Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, TAKENGON – Bupati Aceh Tengah Haili Yoga meminta agar masalah yang terjadi dalam proses pembangunan PLTA Peusangan 1 dan 2 jangan ditutupi. Apapun persoalannya; dibuka semua. Sampai clear (beres, red)
Pernyataan tersebut disampaikan Haili Yoga dalam rapat tindak lanjut hasil sosialisasi terkait genangan air pada proyek pembangunan PLTA Peusangan 1 dan 2 di Kampung Wihni Bakong, Wih Sagi Indah, Sanehen Kecamatan Sillih Nara, Kamis (10/9/2026).
Saat rapat ini, turut dihadiri Wakil Bupati Muchsin Hasan, Plt Sekda Alam Syuhada, Ketua DPRK Fitriana Mugie dan segenap unsur Forkopimda serta aparatur desa sekitar pembangunan tanggul PLTA Peusangan tersebut.
Kemudian, Manager PLN UPP (Unit Pelaksana Proyek) Sumbagut 2 Irsyad Ardhi, dan Manager UL Peusangan Nanda Elsa.
Di antara beberapa kepala dinas dan para Kabag serta jajaran, tampak pula beberapa tokoh masyarakat dan pemuda Aceh Tengah.
Tepatnya, rapat yang digelar beberapa meter dari lokasi Bendung Peusangan. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mendengarkan berbagai informasi dan masukan yang berkembang di lapangan. Sekaligus membahas langkah tindak lanjut yang dilakukan bersama.
Haili menyampaikan, bahwa setiap persoalan yang muncul perlu ditangani secara cermat dengan memperhatikan ketentuan dan proses yang berlaku.
Karena itu, masyarakat yang memiliki klaim diminta untuk mempersiapkan dokumen serta bukti yang dapat mendukung pengajuan mereka.
Disampaikan, pemerintah daerah akan melihat dan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Masyarakat dibuka ruang untuk melengkapi dokumen agar bagus.
“Forkopimda semua hadir untuk melayani masyarakat. Jangan ada yang ditutupi. Kita buka semua,” kata Haili.
Menurut Haili, letak point-point permasalahannya, akan dibuka titik koordinatnya. Apakah sudah diselesaikan sebelumnya atau belum.
“Clear-kan itu semua. Agar jangan nanti, ini jadi masalah. Kita buka ruang itu, silahkan kepada masyarakat, pak reje, kalau memang masih ada. Tapi lengkapi dokumen. Tidak boleh kita berilustrasi tanpa dokumen. Silahkan,” tegas Haili.
Pemkab Aceh Tengah berkomitmen untuk melihat kondisi secara langsung di lapangan. Haili turut menyampaikan, jajaran pemerintah daerah akan turun bersama untuk mendengar dan memahami kondisi masyarakat serta melihat situasi di lokasi lebih dekat.
Melalui langkah tersebut, diharapkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat serta pihak terkait dapat terus terjalin dengan baik. Sehingga setiap persoalan yang ada dibahas dan ditindaklanjuti secara tepat dan objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Informasi yang dihimpun, “proyek raksasa” Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Kabupaten Aceh Tengah, pengerjaannya telah berlangsung lebih kurang 20 tahun. Proyek tersebut masih menyisakan persoalan ganti rugi tanah dan bangunan milik warga. ()
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






