Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH dalam rangka courtesy visit ke Kantor KBRI Bangkok, menjelang pelaksanaan Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Disaster Recovery (AIWEST-DR) 2026 dari tanggal 22-24 Juli 2026 yang diselenggarakan oleh Chulalongkorn University, Thailand.
Widget Artikel Samping
Pertemuan tersebut turut dihadiri Cyti Daniela Aruan dan Noira Solani dari KBRI Bangkok, Assoc. Prof. Dr. Natt Leelawat dari Chulalongkorn University, Kepala Kantor Kemitraan Global USK Prof. Dr. Syamsidik, Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK Prof. Dr. Muksin, serta para peneliti TDMRC dan Chulalongkorn University.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Okta menyampaikan komitmen USK untuk terus memperkuat kolaborasi internasional dalam membangun masyarakat tangguh bencana. Menurutnya, pengalaman Aceh dalam menghadapi tsunami 2004 menjadi pembelajaran penting yang perlu terus dikembangkan melalui kerja sama global.
“USK memiliki tanggung jawab untuk terus berbagi pengalaman dan pengetahuan dari Aceh kepada dunia. Ketangguhan bencana tidak dapat dibangun sendiri, tetapi membutuhkan kemitraan internasional, penelitian lintas disiplin, dan aksi bersama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa AIWEST-DR telah berkembang menjadi wadah internasional untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dalam memperkuat agenda ketangguhan bencana. Sejak tahun 2019, AIWEST telah diselenggarakan oleh berbagai universitas terkemuka dunia, mulai dari Tohoku University (2019), University of Sydney (2021), Universitas Gadjah Mada (2023), hingga University College London (2025).
“Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan ketangguhan bencana melalui kemitraan internasional, penelitian lintas disiplin, dan aksi kolektif,” jelasnya.
Hari Prabowo mengapresiasi kontribusi Aceh dan USK dalam pengembangan pengetahuan serta praktik pengurangan risiko bencana. Ia mengenang pengalamannya sebagai diplomat muda saat tsunami Aceh terjadi pada 2004.
“Saya sering mengatakan berdasarkan pengalaman saya selama tsunami Aceh bahwa saat-saat terburuk dapat menghadirkan yang terbaik dari kemanusiaan. Hal itu tercermin dengan sangat jelas melalui solidaritas dan kerja sama yang muncul setelah tsunami Aceh,” ungkapnya.
Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh menjadi salah satu contoh keberhasilan dunia dalam pemulihan pascabencana.
“Kerja sama internasional menjadi kunci. Indonesia dan Thailand sama-sama merupakan negara rawan bencana, sehingga kolaborasi dalam kesiapsiagaan, mitigasi, dan pemulihan bencana menjadi sangat penting,” ujar Hari Prabowo.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News