Pertandingan Jangka vs Jeunib Ricuh, Wasit Dilarikan ke Rumah Sakit

Pertandingan sepak bola antarkecamatan se-Kabupaten Bireuen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen yang memperebutkan Piala Bupati Bireuen berakhir ricuh, Rabu (7/10/2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  BIREUEN – Pertandingan sepak bola antarkecamatan se-Kabupaten Bireuen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen yang memperebutkan Piala Bupati Bireuen berakhir ricuh, Rabu (7/10/2026).

Kericuhan terjadi saat Kecamatan Jangka menghadapi Kecamatan Jeunib di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks Stadion Cot Gapu, Bireuen. Pertandingan yang semula berlangsung normal berubah menjadi keributan setelah memasuki babak kedua.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Pada babak pertama, kedua kesebelasan tampil saling menyerang dan berusaha membuka keunggulan. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada gol yang tercipta.

Skor masih bertahan 0-0 saat kedua tim memasuki ruang ganti untuk jeda pertandingan.

Situasi mulai memanas pada menit ke-63. Ketegangan dipicu keputusan wasit Ahmad Wazky yang mengeluarkan kartu merah terhadap dua pemain Kecamatan Jeunib.

Keputusan tersebut diduga tidak diterima oleh pemain Jeunib. Salah seorang pemain kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan pemukulan terhadap wasit.

Pukulan tersebut mengenai bagian wajah Ahmad Wazky, tepatnya di sekitar mata. Insiden itu kemudian memicu ketegangan yang lebih besar di tengah lapangan.

Aksi saling dorong antarpemain pun terjadi. Kondisi semakin tidak terkendali setelah sejumlah penonton turut masuk ke dalam lapangan dan terlibat dalam kericuhan.

Dalam situasi tersebut, wasit juga disebut sempat membalas pukulan pemain yang sebelumnya menyerangnya. Keributan kemudian meluas dan membuat pertandingan tidak memungkinkan untuk diteruskan.

Ratusan pendukung Kecamatan Jeunib bahkan disebut mengejar wasit. Petugas keamanan yang berada di lokasi langsung berupaya mengamankan Ahmad Wazky dari tengah situasi yang semakin panas.

Setelah berhasil diamankan, wasit kemudian dibawa meninggalkan lokasi pertandingan dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans untuk mendapatkan penanganan medis akibat insiden tersebut.

Kericuhan akhirnya memaksa pertandingan dihentikan. Hingga pertandingan dihentikan, skor antara Kecamatan Jangka dan Kecamatan Jeunib masih sama kuat 0-0.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keputusan terhadap status pertandingan setelah dihentikan akibat kericuhan tersebut.

Pertandingan Jangka kontra Jeunib sendiri merupakan bagian dari kejuaraan sepak bola antarkecamatan se-Kabupaten Bireuen yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Bireuen ke-27.

Turnamen tersebut mempertemukan perwakilan kecamatan di Kabupaten Bireuen untuk memperebutkan Piala Bupati Bireuen. Namun, laga antara Jangka dan Jeunib harus berakhir di tengah pertandingan setelah insiden kekerasan terhadap perangkat pertandingan memicu kericuhan di lapangan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena pertandingan yang seharusnya menjadi bagian dari perayaan olahraga dan semangat kebersamaan masyarakat justru berakhir dengan keributan serta menyebabkan wasit harus mendapatkan perawatan medis.

Keamanan dan sportivitas menjadi perhatian penting dalam setiap pertandingan, terutama dalam kompetisi antarkecamatan yang melibatkan dukungan masyarakat dari berbagai wilayah.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait