ACEH INDEPENDENT, Skotlandia akan berusaha menciptakan sejarah saat menghadapi Brasil pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Rabu mendatang. Kedua tim kembali bertemu hampir tiga dekade setelah bentrok di Piala Dunia 1998, ketika Brasil menang 2-1 dalam perjalanan mereka menuju final.
Preview Pertandingan
Setelah membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, Skotlandia harus menyerah dengan skor yang sama dari Maroko pada laga kedua. Gol cepat Ismael Saibari saat pertandingan baru berjalan 70 detik menjadi pembeda dalam laga tersebut.
Pelatih Steve Clarke merasa timnya seharusnya mendapat setidaknya satu hadiah penalti, tetapi tetap memuji penampilan anak asuhnya yang mampu bersaing melawan tim papan atas dunia meski gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Meski kalah, peluang Skotlandia untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah masih terbuka. Dalam delapan penampilan sebelumnya di Piala Dunia, mereka selalu tersingkir di fase grup.
Kemenangan atas Brasil akan memastikan Skotlandia finis di dua besar Grup C. Hasil imbang kemungkinan besar juga cukup untuk membawa mereka lolos ke babak 32 besar. Bahkan jika kalah, mereka masih memiliki peluang, asalkan tidak mengalami kekalahan telak.
Namun, catatan pertemuan melawan Brasil tidak berpihak kepada Skotlandia. Dari delapan pertemuan internasional sebelumnya, mereka kalah enam kali dan hanya dua kali bermain imbang. Tiga kekalahan di antaranya terjadi di fase grup Piala Dunia antara 1982 hingga 1998.
Sementara itu, Brasil bangkit setelah ditahan Maroko 1-1 pada pertandingan pertama. Tim asuhan Carlo Ancelotti kemudian meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti berkat dua gol Matheus Cunha dan satu gol Vinicius Junior.
Kemenangan tersebut membuat Brasil telah mencetak sedikitnya tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sebanyak 41 kali, lebih banyak dibanding negara mana pun. Jerman berada di posisi kedua dengan 36 pertandingan.
Ancelotti memuji penampilan “sempurna” timnya dan kini Selecao berada dalam posisi kuat untuk menjadi juara Grup C. Mereka hanya perlu menyamai atau memperbaiki hasil yang diraih Maroko melawan Haiti.
Brasil yang menempati peringkat kelima dunia FIFA juga menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. Namun sejarah menjadi pengingat bahwa tiga kekalahan terakhir Brasil di fase grup Piala Dunia semuanya terjadi pada pertandingan ketiga, termasuk kekalahan mengejutkan dari Kamerun pada Piala Dunia 2022.
Kabar Tim
Skotlandia mendapat kabar positif setelah Scott McKenna, Aaron Hickey, dan Lewis Ferguson yang sempat absen dalam latihan akhir pekan berpeluang kembali tersedia untuk menghadapi Brasil.
Steve Clarke diperkirakan tetap memakai formasi fleksibel yang dapat berubah dari 3-4-2-1 menjadi 4-4-1-1 seperti saat menghadapi Maroko. Ben Doak kemungkinan memulai laga dari bangku cadangan.
John McGinn dan Scott McTominay diprediksi menjadi motor serangan dari lini kedua, sementara Che Adams akan tetap dipercaya sebagai ujung tombak utama mengungguli Lawrence Shankland dan Lyndon Dykes.
Di kubu Brasil, Raphinha dipastikan absen akibat cedera hamstring yang dialaminya saat melawan Haiti. Bintang muda Bournemouth berusia 19 tahun, Rayan, berpeluang menggantikan posisinya di sayap kanan.
Carlo Ancelotti memastikan Neymar sudah pulih dari cedera dan tersedia untuk pertandingan ini. Namun, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil tersebut diperkirakan memulai laga dari bangku cadangan, sehingga Lucas Paqueta akan tetap beroperasi di belakang Vinicius Junior dan Matheus Cunha.
Sektor pertahanan diperkirakan tidak mengalami perubahan dengan Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Douglas Santos mengawal penjaga gawang Alisson Becker.
Prediksi Susunan Pemain
Skotlandia
Gunn; Patterson, Hendry, Hanley, Robertson, Tierney; Christie, Ferguson; McTominay, McGinn; Adams.
Brasil
Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro; Rayan, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Prediksi Skor
Skotlandia 1-3 Brasil
Meski tanpa Raphinha, Brasil masih memiliki kedalaman skuad yang sangat mumpuni di lini depan. Kualitas individu Vinicius Junior dan Matheus Cunha diperkirakan akan menjadi pembeda menghadapi pertahanan Skotlandia yang cukup rapuh.
Skotlandia diyakini mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan berpotensi mencetak gol, namun pengalaman serta efektivitas Selecao diprediksi membawa mereka meraih kemenangan dan melangkah ke babak gugur dengan penuh kepercayaan diri.







