ACEH INDEPENDENT, DALLAS — Setiap kali Lionel Messi menyentuh bola, seluruh stadion seolah menanti momen bersejarah itu. Para pendukung di Dallas Stadium langsung berdiri ketika Messi menguasai bola di wilayah Austria pada menit ke-38. Hanya dalam hitungan detik, tendangan kaki kirinya yang melewati kiper Alexander Schlager mengubah keheningan stadion menjadi lautan sorakan dan nyanyian.
Suporter meneriakkan “Messi, Messi” sambil membungkukkan badan secara serempak untuk merayakan sejarah yang baru saja tercipta. Kapten Argentina itu memecahkan rekor milik legenda Jerman Miroslav Klose dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia putra.
Bahkan rekan-rekan setimnya di Argentina tampak tak percaya dengan apa yang terjadi. Mereka saling memandang dengan kagum sebelum memeluk Messi untuk merayakan gol ke-17-nya di Piala Dunia.
Momen itu memiliki makna istimewa karena terjadi hampir tepat 20 tahun setelah Messi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2006 melawan Serbia dan Montenegro. Lebih menarik lagi, hari tersebut bertepatan dengan 40 tahun sejak gol kontroversial “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
Namun Messi belum selesai. Pada masa injury time, ia mencetak gol kedua Argentina dan melampaui rekor legenda Brasil, Marta, untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia putra maupun putri.
Jika masih ada perdebatan mengenai siapa pemain terhebat sepanjang masa (GOAT), maka Messi memberikan jawabannya dengan tegas di Dallas ketika Argentina memastikan tiket ke babak 32 besar.
Luar biasanya, seluruh lima gol Argentina di Piala Dunia 2026 sejauh ini dicetak oleh Messi.
Penalti Gagal, Sejarah Tertunda
Argentina sebenarnya mendapat peluang emas untuk memecahkan rekor pada 10 menit pertama. Lautaro Martínez dijatuhkan di kotak penalti setelah berbenturan dengan Stefan Posch dan Xaver Schlager. Setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, wasit menunjuk titik putih.
Seluruh stadion terdiam saat Messi bersiap mengambil penalti. Para suporter mengangkat ponsel mereka untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut.
Namun, tendangan Messi justru melebar.
Sorak-sorai kecil dari pendukung Austria terdengar, sementara para pendukung Argentina membeku dalam ketidakpercayaan. Messi menutupi wajahnya dengan kedua tangan, dan suasana yang sebelumnya penuh kegembiraan berubah menjadi tegang.
Tercatat, Messi telah gagal mengeksekusi tiga dari tujuh penalti yang diambilnya di Piala Dunia, tidak termasuk adu penalti.
Bangkit dan Menjadi Pembeda
Meski sempat terpukul akibat kegagalan penalti, Messi dan Argentina berhasil bangkit. Austria sempat memanfaatkan momentum untuk menekan dan menguji Emiliano Martínez, tetapi sang penjaga gawang mampu menjaga gawangnya tetap aman.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji pengaruh besar Messi terhadap timnya.
“Ketika Messi bersemangat, seluruh tim ikut bersemangat. Bahkan saat tim sedang kesulitan, dia tetap merebut bola dan menunjukkan komitmennya. Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa lagi, karena kata-kata saja tidak cukup untuk menggambarkannya,” ujar Scaloni.
Messi sendiri mengakui sempat sangat marah kepada dirinya sendiri setelah gagal mengeksekusi penalti.
“Saya menikmati bermain dan bersenang-senang di lapangan. Hari ini ada momen ketika saya sangat marah karena penalti itu. Saya menendangnya dengan buruk. Untungnya kami mampu membalikkan keadaan, unggul, dan meraih tiga poin yang paling penting,” kata Messi.
Karier Luar Biasa yang Terus Berlanjut
Gol pertama Messi di Piala Dunia tercipta pada 2006. Dua puluh tahun kemudian, pada Piala Dunia keenamnya, ia mencetak gol ke-17 dan memecahkan rekor sepanjang masa.
Menjelang laga, layar raksasa di Dallas Stadium bahkan menampilkan kompilasi 16 gol Piala Dunia milik Messi, seolah menjadi pembuka bagi hari bersejarah tersebut.
Bek Argentina Lisandro Martínez mengaku tidak terkejut lagi dengan pencapaian kaptennya.
“Dia luar biasa. Dia pantas mendapatkan semua ini atas apa yang dia lakukan dan tunjukkan di setiap pertandingan. Kami sudah terbiasa dengan kehebatannya,” katanya.
Kemenangan atas Austria memastikan Argentina lolos ke babak 32 besar. Para penggemar mulai bermimpi melihat Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia, terlebih Messi tampaknya justru semakin hebat seiring bertambahnya usia.
Sebanyak 12 dari total 18 gol Piala Dunia Messi tercipta setelah ia berusia 35 tahun. Menjelang ulang tahunnya yang ke-39 pada Rabu mendatang, Messi kini memimpin perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Gelandang Leandro Paredes pun hanya bisa berdecak kagum.
“Dia tidak pernah berhenti membuat kami terkejut.”
Setelah peluit akhir berbunyi, lebih dari 70.000 penonton memberikan sambutan meriah saat Messi dan rekan-rekannya melakukan putaran kemenangan di “Jerry World”, julukan Dallas Stadium yang diambil dari nama pemilik Dallas Cowboys, Jerry Jones.
Namun setelah penampilan bersejarah ini, mungkin stadion itu pantas disebut dengan nama baru:
“Messi World.”







