Kehadiran Presiden Prabowo dalam penutupan Muktamar menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya, seorang Presiden RI hadir dalam rangkaian pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU.
Widget Artikel Samping
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memenuhi janjinya untuk hadir pada penutupan Muktamar. Ia juga menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama yang diserahkan oleh Rais Aam PBNU.
Momen tersebut mengingatkan kembali pada sejarah 64 tahun sebelumnya, ketika Presiden Soekarno turut hadir dalam penutupan Muktamar NU pada masanya. Kehadiran Prabowo kembali menegaskan eratnya hubungan antara NU dan perjalanan bangsa Indonesia.
Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, guyub, dan rukun. Menurutnya, NU telah memberikan teladan bahwa perbedaan dan kompetisi yang sehat dapat berjalan berdampingan dalam organisasi besar yang memiliki puluhan juta anggota, ribuan pesantren, serta puluhan ribu kiai.
Presiden juga menyampaikan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, serta KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode yang sama.
Kehadiran Presiden dalam forum tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap peran ulama dan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama, serta ikut mengawal perjalanan Republik Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa negara, bangsa, dan umat menantikan darma bakti NU bagi Indonesia pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun mendatang.
Penutupan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo. Simbol tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar sekaligus pesan agar semangat guyub, rukun, dan pengabdian terus menjadi kekuatan NU dalam berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News