Putri Mantan Wabup Aceh Selatan Raih Best Award Konferensi SDGs Internasional

Ade Naylan Sadida, putri asal Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Best Award Program pada ajang The 7th International Youth Exchange and Conference SDGs Kesehatan tingkat internasional. Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran USK ini juga dikenal sebagai penghafal 30 juz Al-Qur’an yang menginspirasi generasi muda melalui prestasi akademik dan nilai spiritual.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

ACEH – ADE NAYLAN SADIDA, remaja asal Gampong Blang Geulinggang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, kembali mengharumkan nama daerah di tingkat internasional. Putri mantan Wakil Bupati Aceh Selatan, Dr. Daska Aziz, S.Pd., M.Pd., itu sukses meraih penghargaan bergengsi Best Award Program pada ajang The 7th International Youth Exchange and Conference Sustainable Development Goals (SDGs) Kesehatan tingkat internasional.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Aceh mampu bersaing di panggung global melalui kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta gagasan inovatif di bidang kesehatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ade Naylan Sadida lahir di Blang Geulinggang, Kecamatan Sawang, pada 1 Januari 2008. Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh setelah berhasil lolos melalui jalur Seleksi Talenta 2026.

Keberhasilannya masuk Fakultas Kedokteran USK ternyata tidak lepas dari sederet prestasi yang ia ukir, termasuk pencapaiannya dalam forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk membahas isu pembangunan berkelanjutan, khususnya sektor kesehatan.

Dalam forum internasional tersebut, Ade Naylan mempresentasikan gagasan solusi kesehatan berbasis komunitas yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yakni Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Di hadapan dewan juri dan peserta internasional, ia menawarkan konsep kesehatan yang dinilai aplikatif, berbasis data, serta relevan dengan berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang dihadapi Indonesia saat ini.

Menurut informasi yang dihimpun, presentasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan penilai. Ide yang dibawakan Ade Naylan dinilai memiliki implementasi nyata serta mampu menjawab kebutuhan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Gagasan yang dipresentasikan sangat relevan dengan tantangan kesehatan di Indonesia dan memiliki pendekatan berbasis komunitas yang kuat,” ujar ayahanda Ade Naylan melalui keterangannya, Senin, 1 Juni 2026.

Ajang internasional yang berlangsung di Singapura itu sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa anak muda Aceh tidak hanya mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi juga mampu tampil percaya diri membawa gagasan yang memberi solusi.

Namun, prestasi Ade Naylan tidak hanya berhenti pada bidang akademik. Di balik keberhasilannya di forum internasional, ia juga dikenal sebagai seorang qariah sekaligus penghafal 30 juz Al-Qur’an yang pernah tampil di podium Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Baginya, hafalan Al-Qur’an bukan sekadar pencapaian spiritual, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter dalam menjalani pendidikan dan kompetisi.

“Menghafal Al-Qur’an mengajarkan saya disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Satu ayat yang terlupa harus diulang berkali-kali. Mental itu yang saya pakai saat berkompetisi dan mempresentasikan gagasan di forum internasional,” ungkap Ade Naylan.

Ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan dan nilai spiritual harus berjalan beriringan. Karena itu, pilihannya menempuh pendidikan kedokteran dipandang sebagai amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“InsyaAllah, ilmu yang saya pelajari di USK nantinya akan saya kembalikan kepada masyarakat. Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki empati, akhlak mulia, dan ketakwaan,” katanya.

Keberhasilan Ade Naylan juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan keteguhan memegang nilai-nilai moral serta spiritual.

Di tengah derasnya tantangan zaman, sosok Ade Naylan hadir sebagai gambaran generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakar pada budaya, agama, dan kepedulian sosial.

Sementara itu, Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul dan berkarakter melalui berbagai jalur seleksi berbasis prestasi, termasuk jalur talenta bagi penghafal Al-Qur’an, peserta MTQ, dan calon mahasiswa yang memiliki kontribusi sosial.

Sebagai informasi, Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memuat 17 tujuan pembangunan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, serta memastikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dunia pada tahun 2030. Salah satu fokus utamanya adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan demi menciptakan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Prestasi yang ditorehkan Ade Naylan Sadida diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh Selatan dan Indonesia untuk terus bermimpi besar, belajar tanpa henti, serta berani membawa nama daerah ke panggung dunia.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait