Produk yang ditampilkan pada stand pameran tersebut mulai dari kain, tas, peci, seragam, batik, hingga kupiah dengan motif khas lokal, termasuk Dheun Bungoeng Sagoe yang merepresentasikan identitas dan kekayaan budaya Kota Lhokseumawe.
Widget Artikel Samping
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Lhokseumawe memperkenalkan potensi kriya daerah sekaligus memberikan ruang promosi bagi para perajin untuk memperluas jangkauan pemasaran hasil karya mereka.
Stand Kriya Kota Lhokseumawe turut dikunjungi Ketua Dekranasda Aceh, Ny. Marlina Muzakir, bersama Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah. Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat langsung berbagai produk yang ditampilkan serta memberikan masukan terkait peningkatan kualitas dan pengembangan produk kriya daerah.
Ny. Yulinda Sayuti mengatakan, keikutsertaan Dekranasda Kota Lhokseumawe dalam pameran tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil karya perajin sekaligus memperoleh masukan dalam pengembangan produk.
“Pameran ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan produk kriya Lhokseumawe sekaligus mendapatkan masukan untuk pengembangan produk. Tentu ini menjadi bahan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas hasil karya para perajin,” ujar Yulinda.
Menurutnya, pengembangan produk kriya perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan identitas budaya daerah. Di sisi lain, produk juga perlu terus menyesuaikan dengan kebutuhan dan selera pasar agar memiliki daya saing yang lebih baik.
“Harapannya, produk lokal kita tidak hanya kuat dari sisi identitas dan motif daerah, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan motif Dheun Bungoeng Sagoe pada sejumlah produk menjadi salah satu bentuk penguatan identitas lokal yang dapat dikembangkan lebih luas melalui berbagai produk kriya.
Melalui momentum Rakerda Dekranasda Aceh, Dekranasda Kota Lhokseumawe terus mengembangkan potensi kriya berbasis kekayaan lokal, sekaligus memperluas promosi dan pemasaran produk perajin agar semakin dikenal, tidak hanya di Kota Lhokseumawe, tetapi juga di tingkat Aceh dan pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam pameran tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas jejaring pemasaran, serta menjadi sarana bagi para perajin Lhokseumawe untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk dengan tetap membawa identitas budaya daerah.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News