Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pimpinan perguruan tinggi serta civitas akademika. Momentum tersebut menjadi langkah penting untuk mempererat kolaborasi, khususnya antara USK dan UIN Ar-Raniry yang selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi tetangga yang berdampingan erat di jantung Kota Banda Aceh.
Widget Artikel Samping
Terlebih lagi, momentum kebersamaan ini seiring dengan kepemimpinan baru Rektor UIN Ar-Raniry yang baru saja terpilih untuk periode kedua hingga tahun 2030. Sinergi antar-institusi pendidikan di wilayah ini dinilai semakin strategis ke depannya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap peran strategis Provinsi Aceh bagi peradaban Islam di Nusantara. Ia menegaskan bahwa Aceh memiliki posisi yang sangat vital bagi sejarah keagamaan di tanah air.
Selain itu, Menag RI turut menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, perpaduan antara ilmu dan spiritualitas sangat penting untuk membangun peradaban yang bermartabat serta menjadikan Indonesia, khususnya Aceh, sebagai pusat peradaban Islam regional yang aman dan strategis di Asia Tenggara.
Menanggapi arahan dan pesan inspiratif tersebut, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi serta penekanan khusus mengenai pentingnya penguatan sinergi lintas institusi pendidikan tinggi di Aceh dalam membangun peradaban bangsa.
Sebagai institusi tetangga yang berada di kawasan Darussalam, USK dan UIN Ar-Raniry memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia.
Prof. Mirza menambahkan bahwa USK menyambut baik dan siap memperkuat sinergi, baik dengan UIN Ar-Raniry maupun kementerian, dalam mengintegrasikan keilmuan akademik dengan penguatan karakter kebangsaan dan keagamaan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News