Rembuk Stunting 2027, Camat Kuta Baro Dorong Penguatan Posyandu di Meunasah Bak Trieng

Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, mendorong seluruh pihak di tingkat gampong untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  KOTA JANTHO – Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, mendorong seluruh pihak di tingkat gampong untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Zahrul Fuadi menekankan, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah gampong, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, serta masyarakat secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah gampong, Puskesmas, kader Posyandu, Penyuluh KB, pendamping desa dan masyarakat harus saling bersinergi,” ujarnya, pada Rembuk Stunting 2027 di Gampong Meunasah Bak Trieng, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mendeteksi berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, keberadaan kader dan pelayanan Posyandu harus terus diperkuat agar pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara rutin.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan sejak awal. Anak-anak harus dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, begitu juga dengan kondisi ibu hamil dan balita,” ucapnya.

Zahrul juga mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Menurutnya, intervensi pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi, menjaga pola hidup sehat, serta memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin.

Ia berharap hasil rembuk tersebut tidak berhenti pada pembahasan dan penyusunan rencana, tetapi dapat diwujudkan dalam program dan tindakan nyata di tingkat gampong.

“Kita harapkan nantinya apa yang disepakati harus ditindaklanjuti dan menjadi perhatian bersama, sehingga upaya pencegahan stunting benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” terangnya.

Zahrul menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya diukur dari program yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan semua pihak membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.

“Target kita tentu bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi memastikan anak-anak di Kecamatan Kuta Baro dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas Kuta Baro, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), pendamping desa, perangkat gampong, serta para pengurus Posyandu Gampong Meunasah Bak Trieng.(*)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait