Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat. Personel gabungan telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan terus mendalami keterangan saksi serta bukti pendukung untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak yang bertanggung jawab.
Widget Artikel Samping
Kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIT, yang mengakibatkan korban A ditemukan terluka dan kemudian meninggal dunia di RSUD Dekai. Muncul informasi hoaks di media sosial yang menyebut korban sebagai anggota intelijen TNI, yang langsung dibantah oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., dengan menegaskan bahwa korban adalah warga sipil. Jenazah korban kemudian diberangkatkan pada Senin (12/10/2026) dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Timika untuk diterbangkan ke Makassar.
Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut yang masih didalami. Pada Senin (12/10/2026) pagi, kasus penganiayaan berat juga menimpa seorang PNS berinisial ET (51) di Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai, saat sedang menyapu halaman rumahnya. Korban yang diserang dua orang tidak dikenal membawa senjata tajam mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung kanan, lalu dilarikan ke RSUD Dekai.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dan Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas dan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan objektif berdasarkan fakta serta alat bukti. Aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mempercayai maupun menyebarluaskan informasi hoaks, serta bersama-sama menjaga keamanan di Kabupaten Yahukimo.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News