Menurut Ruslan, penyertaan modal nonkas berupa aset daerah senilai sekitar Rp1,22 miliar harus dilihat dalam perspektif manfaat yang lebih besar, karena berkaitan dengan pembangunan infrastruktur air minum melalui dukungan APBN senilai sekitar Rp47,5 miliar.
Widget Artikel Samping
“Ini merupakan peluang pembangunan yang harus kita jaga bersama. Aset daerah sekitar Rp1,22 miliar dapat menjadi pengungkit hadirnya investasi infrastruktur air minum yang nilainya jauh lebih besar dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ruslan.
Ia mengatakan, tujuan akhirnya bukan sekadar terlaksananya pembangunan fisik, tetapi meningkatnya pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Dalam Rancangan Qanun tersebut, pembangunan SPAM IKK Seulimeum diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan dunia usaha di Kecamatan Seulimeum dan Kuta Cot Glie, dengan target peningkatan cakupan pelayanan hingga 4.000 sambungan rumah.
“Target 4.000 sambungan rumah ini yang harus kita kawal. Keberhasilan proyek jangan hanya diukur dari berapa besar nilai pembangunan yang masuk ke Aceh Besar, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya benar-benar mendapatkan pelayanan air bersih yang baik,” katanya.
Ruslan juga berharap pembangunan SPAM IKK Seulimeum menjadi momentum bagi Perumda Tirta Mountala untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya aset dan infrastruktur harus berbanding lurus dengan bertambahnya pelanggan, membaiknya pelayanan serta semakin sehatnya pengelolaan perusahaan.
“Modal daerah tidak boleh berhenti menjadi angka dalam neraca perusahaan. Modal itu harus berubah menjadi pelayanan. Air harus sampai ke rumah masyarakat, pelayanan harus semakin baik dan Perumda harus semakin kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setelah Qanun ditetapkan, DPRK tetap mempunyai tanggung jawab untuk mengawal implementasinya. Terlebih Rancangan Qanun mengatur adanya evaluasi penyertaan modal yang disampaikan kepada DPRK paling kurang satu kali dalam setahun.
Ruslan berharap keberhasilan SPAM IKK Seulimeum nantinya dapat menjadi contoh bagi Aceh Besar dalam menjemput lebih banyak dukungan Pemerintah Pusat untuk pembangunan infrastruktur air minum di wilayah lainnya.
“Prinsipnya sederhana, aset daerah harus bekerja untuk rakyat. Kalau aset yang kita miliki dapat membuka jalan bagi investasi yang jauh lebih besar dan menghadirkan air bersih bagi ribuan rumah masyarakat, maka peluang seperti ini harus kita manfaatkan dan kita kawal sampai berhasil,” pungkas Ruslan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News