Dalam kesempatan itu, M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ketertarikan PT Indoasia Oil Tank Terminal untuk menanamkan investasi di Aceh. Menurutnya, Pemerintah Aceh berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan dukungan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di daerah.
Widget Artikel Samping
“Pemerintah Aceh terbuka terhadap investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” ujar M. Nasir.
Dalam paparannya, pihak perusahaan menjelaskan rencana pembangunan pabrik metanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Proyek tersebut dirancang memanfaatkan potensi gas alam sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan metanol yang dibutuhkan industri nasional.
Selain berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor metanol, pembangunan pabrik itu juga diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia lokal, serta mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis metanol seperti formaldehida, asam asetat, dimetil eter (DME), dan produk petrokimia lainnya.
Pemerintah Aceh berharap rencana investasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu memperkuat sektor industri berbasis gas di Aceh, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan industri hilir yang berkelanjutan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News