“Indonesia siap mengerahkan 20.000, bahkan lebih putra-putri bangsa, untuk membantu mengamankan Gaza atau di tempat lain. Di mana pun perdamaian harus ditegakkan, kami siap hadir,” tegas Presiden Prabowo.
Widget Artikel Samping
Ia menambahkan, selain kontribusi personel, Indonesia juga bersedia memberikan dukungan finansial demi suksesnya misi besar PBB dalam menjaga perdamaian dunia.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung berbagai konflik global, mulai dari Gaza, Ukraina, Sudan hingga Libya. Menurutnya, dunia saat ini tengah dihadapkan pada ketidakadilan, genosida, hingga pengabaian hukum internasional. “Dunia tidak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan ini,” ujarnya.
Presiden Prabowo menyampaikan pidato setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mengenakan setelan jas dengan dasi biru, peci hitam, dan pin Merah Putih di dada, ia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Indonesia sendiri bukan pemain baru dalam misi perdamaian PBB. Sejak 1957, TNI aktif mengirimkan pasukan yang dikenal sebagai Kontingen Garuda. Pengiriman pertama dilakukan pada 8 Januari 1957 oleh Presiden Sukarno ke Mesir, Lebanon, dan Gaza—sebagai bentuk terima kasih atas dukungan negara-negara Timur Tengah pada kemerdekaan Indonesia.
Dengan sejarah panjang itu, komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa negeri ini selalu siap berdiri di garda depan untuk menjaga perdamaian dunia.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News