TAKENGON, ACEH INDEPENDENT – Kebakaran yang melanda di kawasan pasar Jagong Jeget, menyisakan kepedihan yang mendalam; khususnya bagi para korban. 96 rumah toko (ruko) rata dengan tanah akibat musibah ini.
Diketahui, peristiwa ini terjadi sekitar 11.35 WIB, Minggu 9 Agustus 2026, tepat di Dusun Suka Maju, Desa Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.
Pantauan Aceh Independent, Senin (10/8/2026) pagi, aroma sisa kebakaran menyeruak di antara puing-puing bangunan. Di beberapa sudut, kepulan asap tipis masih beterbangan.
Dari sejumlah sudut, para korban mencari sisa pekakas rumah yang masih bisa dimanfaatkan. Salah seorang korban, Miko Tawardi, tampak mengais tanah berharap menemukan barang berharga milik keluarganya.
“Emas seberat lima gram hilang. Disimpan di bawah kasur,” kata Miko, saat ditemui di antara puing-puing rumah orangtuanya yang telah rata dengan tanah.
Saat peristiwa terjadi, dia sedang berada di kebun. “Jaraknya 10 menit dari sini. Di Pantan Dalu,” katanya.
Bapak satu anak ini berujar, saat api mulai membesar, dia dihubungi sang istri, Nita, melalui voice note. “Asap kobaran apinya nampak dari kebun. Tak sampai satu jam, kawasan ini sudah habis terbakar,” ujarnya, tanpa mampu berbuat banyak.
Satu unit mobil kijang dan dua unit sepeda motor matic milik keluarganya, juga hangus dilalap api.
Di antaranya puing dan asap bangunan yang telah rata dengan tanah, beberapa anak-anak membantu orang tuanya mencari sisa pekakas yang masih bisa dimanfaatkan, Senin (10/8/2026) pagi. (Yusra Amri Daud)
“Uang Rp60 juta terbakar. Ada Rp30 juta lagi, yang telah hangus bagian pinggirnya, disimpan di dalam toples,” kata Miko.
Pria 28 tahun ini mengungkapkan, telah 24 tahun tinggal di kawasan itu. “Bangunan di sini, rata-rata berbahan kayu damar,” jelasnya.
Dalam musibah ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, dua warga dilaporkan mengalami luka bakar dan telah mendapatkan penanganan.
Saat peristiwa ini terjadi, armada pemadam kebakaran berupaya melakukan pemadaman agar tidak meluas ke tempat lain. Pasca kejadian, BPBD bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Aceh Tengah melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta mempersiapkan posko dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi korban kebakaran.
Kepala Desa Jeget Ayu, Sugiyani yang ditemui di lokasi, mengamini peristiwa kebakaran yang terjadi. Dia berujar 96 rumah yang terbakar dihuni 75 KK. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.
“Posko dan tempat pengungsian sudah disediakan BPBD. Sebagian korban ada yang mengungsi tempat sanak famili terdekat,” kata Sugiyani. ()
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.