Dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng., kembali mengharumkan nama Indonesia dan USK di kancah internasional. Satu-satunya IEEE Senior Member di Aceh sekaligus penerima Anugerah Nasional Diktisaintek 2024 tersebut, mewakili Indonesia untuk mempresentasikan riset inovatifnya pada ajang IEEE International Conference on Image Processing (ICIP) 2026 yang berlangsung di Tampere, Finlandia.
Widget Artikel Samping
Kahlil berbagi forum ilmiah langsung dengan peneliti kelas dunia dari Finlandia, Arab Saudi, Taiwan, AS, Italia, Jerman, Prancis, Kanada, Jepang, Korea, Belgia, dan negara-negara maju lainnya. Tahun ini ICIP disponsori oleh berbagai perusahaan ternama dunia, seperti Google, Meta, Nokia, Mitsubishi Electric, Huawei hingga Ericsson.
Makalah ilmiah bertajuk “A GELU-Activated Video Anomaly Detection Model on Edge-AI Devices” tersebut disajikan dalam workshop MMForWild. Karya ilmiah ini merupakan puncak dari rangkaian riset berkesinambungan di bidang Video Anomaly Detection yang dikembangkan oleh Kahlil bersama tim COMVISLAB-USK.
Istimewanya, naskah riset ini tidak hanya lahir dari ruang akademik internal, tetapi juga merupakan hasil kolaborasi internasional dan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Jajaran tim penulis terdiri dari akademisi USK (Dr. Kahlil Muchtar, Al Bahri, dan Yudha Nurdin), praktisi industri teknologi terkemuka seperti Nodeflux Indonesia (Oky Firmansyah) dan Google Indonesia (Alvin Prayuda Juniarta Dwiyantoro), serta peneliti dari institusi luar negeri terkemuka, yaitu University of Helsinki Finlandia (Martha Arbayani Zaidan), Islamic University of Madinah Arab Saudi (Abdallah Namoun), dan National Central University Taiwan (Chih-Yang Lin).
Kahlil menjelaskan, pencapaian ini didukung oleh skema hibah riset bergengsi, seperti Kedaireka/Dana Padanan (PDP) untuk hilirisasi produk AI, serta Riset Terapan Kompetitif Nasional (BIMA PTKN) dan Hibah Lektor Kepala (LPPM USK) guna pengembangan efisiensi algoritma visi komputer. Pendekatan efisien berbasis AI ini mampu mendeteksi skema-skema anomali secara otomatis, seperti video perkelahian, ledakan, pencurian, penembakan, dan lain-lain.
“Sinergi antara riset akademik, hibah nasional, serta keterlibatan industri ini melahirkan solusi visi komputer yang responsif dan efisien untuk diimplementasikan langsung pada perangkat keras Edge-AI,” ujar Kahlil.
Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat IEEE ICIP merupakan konferensi tingkat atas (top-tier) dunia di bidang pengolahan gambar dan visi komputer. Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA menyambut hangat capaian ini.
“Kolaborasi lintas sektor dan negara ini menjadi bukti nyata komitmen USK menuju World Class University yang berdampak langsung bagi kemajuan industri dan masyarakat,” tutur Prof. Heru.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News