USK Kembangkan Barabung Brewcraft, Ubah Ampas Kopi Menjadi Energi dan Aroma

Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah melalui pengembangan Barabung Brewcraft, inovasi berbasis ampas kopi yang dikembangkan menjadi briket biomassa dan dupa wangi. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah melalui pengembangan Barabung Brewcraft, inovasi berbasis ampas kopi yang dikembangkan menjadi briket biomassa dan dupa wangi.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Gampong Barabung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada 17 September 2026 dalam kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG). Program ini diketuai oleh Ir. Riski Arifin, S.T., M.T., bersama Ir. Rika Sri Utami, S.Si., M.Sc., serta melibatkan mahasiswa Teknik Industri Universitas Syiah Kuala.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Melalui Barabung Brewcraft, tim pengabdian menunjukkan bahwa limbah yang sehari-hari mudah ditemukan di lingkungan masyarakat masih dapat diolah menjadi produk dengan fungsi baru. Ampas kopi dikembangkan menjadi briket biomassa sebagai produk energi sekaligus dupa wangi sebagai produk aromatik. Untuk produk briket, tim juga memanfaatkan sekam padi sebagai salah satu bahan baku lokal.

Ketua tim pengabdian, Riski Arifin, mengatakan bahwa bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.

Pengembangan produk tidak hanya diarahkan pada aspek teknis pengolahan limbah, tetapi juga pada upaya memperkuat identitas produk, kemasan, dan potensi nilai ekonominya. Karena itu, Barabung Brewcraft dikembangkan dengan konsep eco-souvenir yang membawa identitas Gampong Barabung. Briket dan dupa wangi dikemas dalam kemasan bernuansa alami sehingga produk tidak hanya diperkenalkan sebagai hasil pengolahan limbah, tetapi juga diarahkan menjadi produk khas yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md.

Ke depan, Barabung Brewcraft diharapkan berkembang sebagai produk lokal berbasis teknologi tepat guna yang mendorong pengelolaan limbah, penerapan ekonomi sirkular, dan peluang usaha masyarakat Gampong Barabung.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait