Tgk. Ahmada DPD RI Hadiri Maulid 1448 H di Meunasah Lambaed Kuta Baro

Keakraban dan kesederhanaan kembali ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah / Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPD-RI / MPR-RI) Dapil Aceh periode 2024-2029, Tgk Ahmada. Pada Minggu, 01 November 2026, Tgk Ahmada DPD menghadiri undangan Peringatan Maulidurrasul 1448 H di Meunasah Gampong Lambaed, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  ACEH BESAR – Keakraban dan kesederhanaan kembali ditunjukkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah / Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPD-RI / MPR-RI) Dapil Aceh periode 2024-2029, Tgk Ahmada. Pada Minggu, 01 November 2026, Tgk Ahmada DPD menghadiri undangan Peringatan Maulidurrasul 1448 H di Meunasah Gampong Lambaed, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Berbeda dengan acara formal lainnya, peringatan Maulid di Lambaed ini berlangsung sangat merakyat, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Acara dipusatkan di dalam meunasah gampong dengan tradisi kenduri maulid, di mana warga duduk bersila melingkar di atas tikar menikmati hidangan maulid bersama.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Dalam foto yang diabadikan, terlihat momen kebersamaan Tgk. Ahmada DPD, (tengah, mengenakan batik coklat emas dan peci hitam) duduk lesehan di lantai meunasah bersama warga dan santri. Di hadapannya tersaji dulang-dulang kenduri maulid, beulangong khas Aceh, dan wadah-wadah makanan yang menjadi ciri khas perayaan Maulid di Aceh. Ia tampak berbincang akrab dengan warga di sebelahnya yang mengenakan baju koko krem dan peci putih, dengan senyum yang penuh kehangatan.

Di sekelilingnya, tampak para pemuda dan remaja gampong yang mengenakan peci dan sarung, duduk rapi menanti doa maulid. Suasana di dalam meunasah terlihat sederhana namun penuh berkah, menggambarkan betapa kuatnya tradisi Islam di gampong-gampong Aceh yang masih terjaga hingga kini.

Kehadiran Tgk. Ahmada DPD di Meunasah Lambaed ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Warga merasa bangga karena wakil mereka di Senayan mau duduk bersama, makan bersama, tanpa jarak dan tanpa protokoler berlebihan.

Saat dimintai keterangan, Beliau menyampaikan bahwa esensi Maulid Nabi adalah kebersamaan dan rasa syukur. Ia sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat Gampong Lambaed yang masih menjaga tradisi kenduri maulid di meunasah sebagai warisan endatu.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di Meunasah Gampong Lambaed dalam suasana yang sangat merakyat. Duduk bersama di lantai, makan kenduri maulid bersama warga, ini adalah nikmat yang luar biasa. Inilah Islam yang sesungguhnya, Islam yang membumi, Islam yang dekat dengan rakyat,” ujar Beliau”.

Menurutnya, meunasah adalah pusat peradaban gampong di Aceh. Dari meunasah lahir nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan pendidikan akhlak. Oleh karena itu, keberadaan meunasah harus terus dijaga dan diperkuat.

“Meunasah ini adalah jantungnya gampong. Kalau meunasah ramai dengan pengajian, dengan maulid, dengan kegiatan pemuda, Insya Allah gampong akan aman dan berkah. Saya di DPD RI akan terus mendorong agar ada perhatian khusus untuk meunasah-meunasah di seluruh Aceh,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda Lambaed untuk tidak melupakan tradisi maulid dan selalu memakmurkan meunasah. Di tengah gempuran budaya luar, meunasah harus menjadi benteng pertahanan akidah.

“Jangan pernah tinggalkan meunasah. Jaga shalat berjamaah di meunasah, jaga pengajian di meunasah. Kalau meunasah hidup, Insya Allah gampong akan hidup,” tambahnya.

Keuchik Gampong Lambaed bersama tokoh masyarakat setempat menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tgk. Ahmada DPD. Menurutnya, kehadiran seorang anggota DPD RI di meunasah gampong yang sederhana ini adalah sebuah kehormatan besar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ayahanda Tgk. Ahmada DPD yang sudah mau hadir dan kenduri bersama kami di meunasah ini. Ini menunjukkan beliau adalah pemimpin yang merakyat dan dekat dengan masyarakat kecil. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan untuk memperjuangkan Aceh,” ujar Keuchik Lambaed.

Acara peringatan Maulidurrasul 1448 H di Meunasah Lambaed diakhiri dengan pembacaan shalawat, zikir, dan doa bersama untuk keselamatan gampong, kemakmuran warga, serta kejayaan Aceh dan Indonesia.

Momen dalam foto tersebut, di mana Tgk. Ahmada DPD duduk lesehan dengan warga menikmati kenduri maulid, menjadi bukti nyata bahwa jabatan sebagai senator tidak membuatnya berjarak dengan rakyat. Justru di lantai meunasah yang sederhana itulah terlihat ketulusan seorang wakil rakyat Aceh.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait