Kehadiran Tgk. Ahmada DPD di dayah yang berada di kawasan pesisir Baitussalam tersebut menjadi bukti nyata kedekatannya dengan para ulama dan pimpinan dayah. Acara peringatan Maulid berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh ratusan santri, wali santri, dan masyarakat sekitar.
Widget Artikel Samping
Dalam foto yang diabadikan, terlihat momen kebersamaan Tgk. Ahmada DPD (kedua dari kanan, mengenakan batik emas hitam khas Aceh dengan peci hitam) berfoto bersama dengan tiga tokoh ulama kharismatik Aceh Besar. Dua di antaranya mengenakan jubah putih dan peci hitam/putih, yang merupakan pimpinan dan dewan guru Dayah Darul Musthafa. Mereka tampak tersenyum dan berpose di dalam tenda utama acara yang dihiasi tirai hijau putih, warna khas dayah.
Kebersamaan ini menggambarkan harmonisnya hubungan antara umara dan ulama di Aceh. Tgk. Ahmada DPD yang memang berlatar belakang santri dan alumni dayah, sangat dihormati di kalangan dayah.
Saat dikonfirmasi, Tgk. Ahmada DPD menyampaikan rasa bahagia bisa bersilaturahmi dengan pimpinan Dayah Darul Musthafa dan para santri di Lampineung. Menurutnya, Dayah Darul Musthafa adalah salah satu dayah yang memiliki peran penting dalam membina generasi muda di kawasan Baitussalam.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di Dayah Istiqamatuddin Darul Musthafa Lampineung dalam rangka memperingati kelahiran junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Dayah Darul Musthafa ini adalah mutiara di Baitussalam. Dari sinilah lahir generasi-generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia,” ujar Beliau”.
Beliau juga menekankan pentingnya momentum Maulid Nabi sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di DPD RI, kami selalu berupaya agar nilai-nilai keislaman dan keacehan tetap terjaga. Rasulullah SAW mengajarkan kita tentang kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Itulah yang harus kita bawa dalam membangun Aceh dan Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tgk. Ahmada DPD menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi dayah di tingkat nasional. Ia menyebutkan bahwa banyak dayah di Aceh Besar yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur, beasiswa santri, dan penguatan kelembagaan.
“Insya Allah, kami akan terus menjadi suara dayah di Senayan. Dayah bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga benteng moral bangsa. Maka negara wajib hadir untuk mendukung keberlangsungan dayah,” tambahnya.
Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Musthafa menyambut baik kehadiran Tgk. Ahmada DPD. Menurutnya, kehadiran seorang anggota DPD RI Dapil Aceh di dayah mereka adalah sebuah kehormatan dan motivasi bagi santri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ayahanda Tgk. Ahmada DPD yang telah berkenan hadir di dayah kami yang sederhana ini. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah rakyat Aceh di DPD RI,” ujar pimpinan dayah.
Acara peringatan Maulidurrasul 1448 H di Dayah Darul Musthafa Lampineung diakhiri dengan pembacaan doa bersama, zikir, dan kenduri maulid yang dinikmati bersama oleh seluruh jamaah.
Kegiatan Tgk. Ahmada DPD pada hari Minggu tersebut terbilang sangat padat, dari Leupung hingga Baitussalam, menunjukkan dedikasinya yang tinggi untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan ulama Aceh.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News