Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca Selengkapnya#Mahasiswa KKN USK Kelompok 11 Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM
ACEH INDEPENDENT, PIDIE JAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX menggelar edukasi mengenai Tas Siaga Bencana dan GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman) kepada masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung dari rumah ke rumah tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir maupun bencana alam lainnya.
Kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Melalui pendekatan door to door, mahasiswa memberikan edukasi secara langsung agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membuka ruang diskusi bersama masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan mengenai pentingnya menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi kebutuhan dasar dan perlengkapan penting, seperti air minum, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan P3K, pakaian secukupnya, senter, dokumen penting, hingga uang tunai. Keberadaan tas siaga dinilai mampu mempercepat proses evakuasi, memenuhi kebutuhan darurat, serta mengurangi kepanikan ketika bencana terjadi.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman) sebagai upaya melindungi dokumen-dokumen penting keluarga dari risiko kerusakan maupun kehilangan akibat bencana. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, ijazah, sertifikat, serta dokumen penting lainnya dengan cara menyimpannya di dalam map atau wadah tahan air dan meletakkannya di lokasi yang mudah dijangkau saat proses evakuasi.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi situasi darurat.
Program edukasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kesehatan saat bencana, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan bahwa edukasi ini merupakan langkah sederhana yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dimulai ketika bencana terjadi, tetapi harus dipersiapkan jauh sebelumnya melalui pengetahuan dan tindakan nyata.
“Melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Ketika bencana datang, masyarakat sudah mengetahui barang-barang penting yang harus diselamatkan, memahami pentingnya melindungi dokumen keluarga, serta mampu bertindak lebih tenang dan cepat sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan. Harapan kami, pengetahuan ini dapat diterapkan oleh setiap keluarga sebagai bagian dari budaya siaga bencana,” ujar Ari Maulana.
Ia menambahkan bahwa program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membangun budaya sadar bencana sejak tingkat keluarga merupakan langkah awal untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi seperti ini menjadi bekal penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan gampong.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN Kelompok 11. Ia menilai Ari Maulana bersama seluruh anggota kelompok menunjukkan semangat pengabdian yang tinggi melalui program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi warga Gampong Cut Langien.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






