TNI dan Warga Gotong Royong Perkuat Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Aceh Tenggara

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan penting bagi warga di Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat melaksanakan pemasangan serta penarikan tali sling jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, dengan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (18/8/2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, ACEH TENGGARA – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan penting bagi warga di Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat melaksanakan pemasangan serta penarikan tali sling jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, dengan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan dan penguatan konstruksi jembatan gantung yang nantinya diharapkan menjadi akses penghubung penting bagi masyarakat dari kedua desa. Pemasangan dan penarikan tali sling menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kekompakan dan kehati-hatian, mengingat sling merupakan bagian penting dalam menopang dan memperkuat struktur jembatan.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Sejak dimulainya kegiatan, personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan berbagai pekerjaan di lokasi. Setiap tahapan dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan kondisi medan serta kebutuhan konstruksi, sehingga pemasangan tali sling dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan posisi yang telah ditentukan.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena akan menjadi salah satu jalur penghubung yang dapat memperlancar mobilitas warga antara Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis.

“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus dilakukan dengan sebaik mungkin, termasuk pemasangan dan penarikan tali sling yang menjadi bagian penting dalam penguatan struktur jembatan. Kami bersama anggota Yon TP 855/RD dan masyarakat akan terus membantu proses pembangunan sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa tidak hanya terbatas pada kegiatan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Peltu Jumadin Selian menambahkan, keberadaan jembatan yang kuat dan layak nantinya diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. Selain menjadi sarana transportasi, jembatan tersebut juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dari kedua desa turut menunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi. Warga secara sukarela membantu personel TNI dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari menyiapkan material, mengatur posisi tali, membantu proses penarikan sling hingga mendukung pemasangan pada bagian-bagian utama jembatan.

Kekompakan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan fasilitas umum tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah dan aparat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga bersama TNI menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Babinsa bersama anggota Yon TP 855/RD juga terlihat berbaur langsung dengan masyarakat. Mereka bekerja bersama tanpa membedakan peran, sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kekeluargaan selama proses pembangunan berlangsung. Kehadiran personel TNI yang terlibat langsung dalam pekerjaan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Salah seorang warga mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan Babinsa serta anggota Yon TP 855/RD yang telah ikut membantu pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa sangat dinantikan masyarakat karena akan memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan anggota TNI yang telah ikut membantu masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, kami berharap akses warga menjadi lebih mudah, baik untuk bekerja, bersekolah, membawa hasil kebun maupun memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperlancar hubungan dan aktivitas antardesa. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya bidang perekonomian, pendidikan, sosial dan pelayanan masyarakat.

Jembatan tersebut nantinya juga diharapkan dapat membantu warga dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju lokasi pemasaran. Dengan akses yang semakin mudah, masyarakat memiliki peluang untuk melakukan aktivitas ekonomi secara lebih efektif dan efisien.

Di sisi lain, pembangunan jembatan gantung juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemerataan pembangunan dan membuka akses masyarakat di wilayah yang memiliki kondisi geografis cukup menantang. Infrastruktur penghubung seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan, Babinsa dapat semakin dekat dengan warga serta memahami berbagai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut diharapkan terus dipertahankan hingga seluruh tahapan pembangunan jembatan selesai. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, unsur terkait dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi warga.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, pembangunan serta penguatan jembatan gantung penghubung Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis diharapkan dapat segera diselesaikan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi akses vital bagi masyarakat sekaligus memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung mobilitas, perekonomian dan peningkatan kesejahteraan warga di wilayah Aceh Tenggara.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait