Bireuen – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali terjadi di jalur rawan Bireuen–Takengon, tepatnya di Km 27 kawasan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sebuah truk tronton Mitsubishi bernomor polisi BK 8189 CK yang mengangkut muatan kopi dilaporkan mengalami rem blong hingga akhirnya menabrak pohon besar di pinggir jalan dan terperosok ke dalam parit.
Truk tersebut dikemudikan oleh Samuel Enju Rolan Sinaga (34), warga Jalan Tangguk Bongkar V Nomor 54, Tegal S Mandala II, Kota Medan. Ia berangkat dari kawasan Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah pada Jumat malam (24/4) sekitar pukul 22.00 WIB dengan tujuan Kota Medan.
Dalam keterangannya, Samuel mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat kendaraan yang dikemudikannya memasuki tikungan di lokasi kejadian. Tiba-tiba, sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Setiba di Km 27, saat hendak melewati tikungan, rem tiba-tiba tidak berfungsi atau blong. Truk langsung hilang kendali, keluar dari badan jalan ke sebelah kiri, menabrak pohon, lalu jatuh ke dalam parit,” ujar Samuel saat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bireuen.
Akibat kecelakaan tersebut, Samuel mengalami luka dan mengeluhkan sakit pada bagian kaki. Namun nahas, kernet truk bernama Samsul Bahri (41), warga Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjepit di dalam kabin truk yang ringsek parah.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan kondisi truk mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian depan yang hancur. Pintu samping kanan nyaris terlepas, setir tampak bengkok, dan bagian mesin mengalami kerusakan serius akibat benturan keras dengan pohon.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi dan pemindahan muatan kopi dari truk nahas tersebut ke kendaraan lain guna menghindari kerugian lebih besar. Proses evakuasi korban dan kendaraan berlangsung cukup dramatis mengingat posisi truk yang berada di dalam parit.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengecekan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jauh, terlebih di jalur pegunungan yang memiliki banyak tikungan tajam dan turunan curam seperti lintas Bireuen–Takengon.
Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(**)






