Kerja sama ini salah satunya diarahkan untuk mendukung percepatan proses pembukaan Fakultas Kedokteran di UTU. Selain itu, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Widget Artikel Samping
Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada USK, khususnya Fakultas Kedokteran USK, atas dukungan dalam proses persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran UTU.
Kerja sama ini sangat penting bagi UTU dalam proses membuka Fakultas Kedokteran. Salah satu bentuk konkret dalam waktu dekat adalah 17 tenaga kependidikan dan laboran kami akan mendapatkan pembekalan di Fakultas Kedokteran USK untuk belajar dan mengikuti pelatihan, ujar Nyak Amir.
Ia menjelaskan, proses pembukaan Fakultas Kedokteran UTU telah berjalan hampir tiga tahun dan telah diajukan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat, khususnya berkaitan dengan bidang biomedik dan anatomi.
Menurutnya, dukungan USK sangat dibutuhkan karena USK memiliki pengalaman dan kapasitas yang kuat dalam pengelolaan pendidikan kedokteran. UTU juga berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas kelembagaan, termasuk dalam menyiapkan laboratorium yang modern dan mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran.
Sebagai salah satu universitas yang relatif muda di Aceh, tentu kami terus meningkatkan proses pembentukan dan pengembangan institusi. Kami menyadari untuk membentuk laboratorium yang modern membutuhkan dukungan dari USK sebagai mitra yang sangat berpengalaman, katanya.
Prof. Nyak Amir menambahkan, hubungan antara USK dan UTU bukanlah hal yang baru. Sejak awal berdirinya UTU, kedua perguruan tinggi telah membangun hubungan dan kerja sama yang terus berkembang. Karena itu, penandatanganan MoU ini merupakan kelanjutan dari berbagai bentuk kolaborasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Sementara itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani mengatakan, kerja sama antara USK dan UTU diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret sehingga memberikan dampak bagi pengembangan kedua perguruan tinggi.
Kita berharap kerja sama ini bisa ditindaklanjuti secepat mungkin. Payung hukum yang kita buat harus menghasilkan sesuatu. Tujuan kerja sama adalah hasil dan dampak dari karya serta buah kerja sama yang kita lakukan, ujar Mirza.
Ia menyampaikan bahwa USK siap memberikan dukungan sesuai kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, termasuk dalam mendukung proses pembukaan Fakultas Kedokteran UTU.
Namun demikian, menurut Mirza, keinginan untuk mengembangkan institusi harus diiringi dengan kesiapan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Pembukaan Fakultas Kedokteran, katanya, membutuhkan dukungan pendanaan dan pengelolaan yang serius.
Keinginan yang luar biasa harus diiringi kemampuan. Tantangan yang kita hadapi harus kita jawab dengan komitmen dan kolaborasi, ungkapnya.
Prof. Mirza juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pembukaan Fakultas Kedokteran semata, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian dan kapasitas perguruan tinggi di Aceh.
Universitas tidak lagi hanya bergantung pada pusat. Universitas harus dapat berdiri sendiri. Kita akan mendapatkan hasil bersama dari pengelolaan bersama. Mudah-mudahan menjadi yang terbaik bagi kita semua, katanya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News