Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala kembali memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi akademik internasional melalui The 8th International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) 2026.
Konferensi internasional yang berlangsung dari tanggal 7–8 Oktober 2026 ini dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH di Gedung AAC Dayan Dawood. (7 Oktober Banda Aceh).
Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc., mengatakan, ICAGRI merupakan agenda tahunan FP USK untuk mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, pelaku industri, mahasiswa, dan pemangku kebijakan dalam membahas berbagai tantangan dan inovasi di bidang pertanian serta bioindustri.
Tahun ini ICAGRI mengusung tema “Bridging Agriculture and Forest Ecosystem through Sustainable Land Management for Climate Resilience”. Konferensi ini mempertemukan 101 presenter dari delapan negara, yakni Filipina, Taiwan, Malaysia, Amerika Serikat, Albania, Jepang, Jerman, dan Indonesia.
“Delapan negara, satu konferensi. Ini mengingatkan kita bahwa tantangan terkait iklim dan lahan tidak mengenal batas negara,” ujar Prof. Ashabul.
Prof. Okta mengatakan, konferensi internasional ini berupaya menjawab salah satu tantangan penting yang dihadapi dunia, yakni bagaimana meningkatkan produksi secara berkelanjutan sekaligus melindungi ekosistem yang menopang kehidupan.
Menurutnya, pertanian dan hutan bukanlah dua sistem yang berdiri sendiri. Keduanya saling terhubung melalui tanah, air, keanekaragaman hayati, iklim, serta kehidupan masyarakat. Tantangan tersebut membutuhkan pengetahuan lintas disiplin, kolaborasi internasional, inovasi teknologi, serta aksi bersama.
“Dalam konteks itulah ICAGRI menjadi forum kolaborasi yang sangat penting. Nilai sejati ICAGRI bukan sekadar bertukar hasil penelitian, tetapi menghubungkan gagasan, manusia, dan solusi,” katanya.
Dirinya menegaskan, USK berkomitmen untuk memastikan pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium maupun publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Prof. Okta juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dan peneliti muda dalam menghadapi transformasi pertanian dan lingkungan. Sebab mereka bukan hanya penerima manfaat dari pengetahuan di masa depan, tetapi juga merupakan inovator, dan pemimpin masa depan.
“Oleh karena itu, saya mendorong para akademisi dan peneliti muda untuk senantiasa memiliki rasa ingin tahu, membangun kolaborasi, dan berani mengambil langkah-langkah baru,” ucapnya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai negara dan institusi. Di antaranya adalah Catur Endah Prasetiani P., S.Si., M.T., Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia; Prof. Hermann Behling dari Georg-August University Göttingen, Jerman; Assoc. Prof. Nik Fadzly Bin Rosely dari Universiti Sains Malaysia; serta Asst. Prof. Yuta Hara, Ph.D. dari Tohoku University, Jepang.
Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc., menegaskan ICAGRI tahun ini membahas tantangan yang semakin mendesak di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam.
Menurutnya, pengelolaan lahan tidak hanya menentukan keberlanjutan produksi pertanian, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan pangan, mata pencaharian masyarakat, keanekaragaman hayati, serta kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.
“Cara kita mengelola lahan akan memberikan dampak terhadap ketahanan pangan, mata pencaharian masyarakat, keanekaragaman hayati, serta kemampuan kita dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Prof. Sabaruddin.
Maka dirinya berharap konferensi ini dapat membuka peluang bagi para peserta untuk saling belajar, mendiskusikan pendekatan yang dapat diterapkan di lapangan, serta membangun kemitraan yang terus berkembang setelah konferensi berakhir.
Keterangan foto:
IMG_8059: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH memberikan sambutan pada International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) yang ke-8 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026).
IMG_8071: Peserta International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) yang ke-8 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026).
IMG_9626: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH melakukan foto bersama pada International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) yang ke-8 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026).
IMG_9745: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH (Tengah) didampingi Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc (Tiga Kanan), melakukan pemukulan Rapai pertanda dimulainya International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) yang ke-8 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026).
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






