Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda Aceh.
Widget Artikel Samping
“Dalam pertandingan, keputusan tertinggi ada pada wasit. Apa pun yang diputuskan wasit, itulah yang harus diterima dengan sportivitas. Tentu kita harapkan keputusan yang adil dan tepat dari setiap wasit,” ujar Fadhlullah.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang demi kemajuan dunia olahraga di Aceh.
“Pemerintah Aceh akan terus mendukung berbagai event olahraga. Pada PON terakhir kita berhasil meraih peringkat 6. Harapan kita ke depan, Aceh bisa masuk tiga besar,” tambahnya optimis.
Turnamen ini memperebutkan total hadiah senilai Rp200 juta, dengan rincian: Juara 1 memperoleh Rp100 juta, Juara 2 mendapat Rp50 juta, dan masing-masing Juara 3 bersama mendapatkan Rp25 juta.
Menurut panitia pelaksana, seluruh pertandingan akan menggunakan sistem gugur. Ajang ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit unggul pesepak bola Aceh yang berpotensi bersinar di tingkat nasional.
Pertandingan perdana mempertemukan tim Arabian Sabang melawan Rencong Putra Beureueh, yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh ratusan penonton yang memadati tribun dan sisi lapangan.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Mirzuan, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.(*)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News