2 Digit Academy Siapkan Talenta Aceh Tembus Dunia Kerja Global

Peserta Pelatihan Talenta Global 2 Digit Academy mengikuti sesi Business English and Global Communications di Ruang BPSDM Aceh, Banda Aceh, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini bertujuan menyiapkan generasi muda Aceh agar mampu bersaing dan berkarier di perusahaan global.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Upaya membuka akses generasi muda Aceh menuju dunia kerja internasional terus diperkuat melalui program Pelatihan Talenta Global yang digagas 2 Digit Academy. Memasuki pertemuan keempat, pelatihan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Ruang BPSDM Aceh, Banda Aceh, kembali menghadirkan wawasan baru tentang kesiapan menghadapi lingkungan kerja global, khususnya melalui penguasaan komunikasi profesional berbahasa Inggris.

Pada sesi yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut, peserta mendapatkan materi bertema Business English and Global Communications yang dibawakan oleh Panji Pribadi, seorang profesional Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Team Leader Operation di perusahaan layanan global Concentrix, Kuala Lumpur, Malaysia. Kehadiran pemateri yang berpengalaman bekerja di luar negeri menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk memahami tantangan sekaligus peluang berkarier di perusahaan multinasional.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini tidak hanya membahas teori komunikasi internasional, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai budaya kerja global, strategi membangun jejaring profesional, hingga keterampilan komunikasi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di lingkungan kerja lintas negara.

Manajer Program 2 Digit Academy, Muttaqin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kebutuhan untuk menyiapkan generasi muda Aceh agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global. Menurutnya, banyak peluang kerja terbuka di luar negeri, namun belum semua anak muda memiliki akses informasi maupun kesiapan keterampilan untuk memanfaatkannya.

Ia menilai, penguatan kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi profesional menjadi salah satu kunci penting agar generasi muda tidak hanya mampu mencari pekerjaan di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja di perusahaan internasional.

Pelatihan ini dirancang agar anak muda Aceh dapat melihat dunia kerja dari perspektif yang lebih luas. Kami ingin membuka jalan dan memberi bekal agar mereka percaya diri bersaing di perusahaan global,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga diajak memahami bagaimana proses adaptasi ketika bekerja di lingkungan internasional, termasuk tantangan komunikasi lintas budaya dan pentingnya membangun relasi profesional sejak dini.

Sementara itu, Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, menyambut positif penyelenggaraan program tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia Aceh, terutama generasi muda, merupakan salah satu langkah strategis dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan tanpa batas geografis.

Menurutnya, lembaga pemerintah dan komunitas pengembangan talenta memiliki visi yang sejalan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan global.

Ia menekankan bahwa talenta Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat internasional selama diberikan ruang, akses, serta pendampingan yang tepat.

“Kita ingin anak-anak muda Aceh tidak hanya menjadi penonton di era globalisasi, tetapi benar-benar siap mengambil peluang, membangun karier, dan membawa nama daerah di tingkat internasional,” katanya.

Dalam sesi pemaparannya, Panji Pribadi juga membagikan pengalaman pribadinya selama bekerja di luar negeri. Ia menjelaskan bahwa membangun koneksi internasional merupakan salah satu langkah awal yang dapat membuka banyak peluang karier.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga harus aktif memperluas jejaring profesional, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan membiasakan diri berada di lingkungan yang mendukung perkembangan diri.

Kemampuan bahasa Inggris, kata dia, bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama untuk memudahkan komunikasi profesional, memahami budaya kerja internasional, dan memperbesar peluang diterima di perusahaan luar negeri.

Ia juga menyebut bahwa sejumlah negara, termasuk Malaysia, masih membuka peluang kerja yang cukup luas bagi tenaga kerja asing dengan berbagai latar belakang keahlian dan tanpa batasan usia tertentu pada sektor-sektor tertentu.

Program Pelatihan Talenta Global Batch 1 sendiri selama Mei 2026 menghadirkan sejumlah pemateri dari diaspora Indonesia serta profesional yang bekerja di berbagai negara seperti Australia, Malaysia, Thailand, hingga Inggris. Materi yang diberikan tidak hanya membahas kesiapan kerja, tetapi juga pengalaman nyata mengenai dunia profesional internasional yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta.

Menariknya, program ini dirancang berlangsung secara rutin setiap bulan sehingga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Aceh untuk ikut bergabung. Saat ini, pendaftaran Pelatihan Talenta Global Batch 2 telah dibuka tanpa dipungut biaya alias gratis.

Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui: mit.or.id⁠�(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait