5 Lawan 2, Satu Tewas Satu Luka Berat

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu saat memaparkan tersangka dan barang bukti, kasus penikaman hingga mengakibatkan meninggal dunia saat keributan terjadi cafe Marupak. (Niko Rambe/Posmetromedan.com)
3 Pelaku Diamankan 2 Diburu

Diduga karena pengaruh minuman keras, sejumlah pria terlibat cekcok di Kafe Marupak atau lapo tuak di Dusun Gariang, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (04/10/2023) kemarin sekira pukul 00.05 WIB. Akibatnya, seorang pria bernama Suprianto (41), tewas ditusuk senjata tajam. Sedangkan rekannya Samsul Bahri Ritonga (57), mengalami luka berat dan masih dirawat di RSUD Rantauprapat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP James Hutajulu melalui Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki yang dikonfirmasi, Kamis (05/10/2023) mengatakan, kedua korban penganiaayan berat dalam peristiwa itu merupakan warga Dusun Bangun Rejo, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. Sementara tersangka pelaku penganiayaan diketahui berjumlah 5 orang. 3 diantaranya masing-masing berinisial RH alias Gurdek, S alias Wawai dan AFH alias Dedek sudah berhasil diamankan.

Bacaan Lainnya

“Sedangkan 2 pelaku berinisial IR dan AL masih dalam pengejaran dan dihimbau untuk menyerahkan diri,” ujar Kasat Reskrim.

Dia menjelaskan, kejadian itu berawal saat para pelaku minum tuak di rumah tersangka IR di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Selasa (03/10/2023) malam. Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka IR mengajak keempat rekannya itu beranjak ke Kafe Marupak untuk mencari seorang pria berinisial R yang memiliki hutang sebesar Rp5 Juta. Mereka yang mengendarai 3 unit sepeda motor itu juga membawa 5 bilah parang.

Namun sesampainya di sana, para pelaku tidak mendapati R yang dicari. Mereka pun memutuskan menunggu R sambil kembali minum tuak di Kafe Marupak yang diduga juga menjual minuman tuak tersebut. Ketika itulah, tepat sekitar pukul 00.05 WIB, seorang pelaku berinisial S alias Wawai terlibat cekcok dengan korban Suprianto, yang juga pengunjung di kafe tersebut. Diduga karena pengaruh minuman keras, pelaku S dan korban Suprianto yang tidak saling kenal itu pun berselisih paham saat sedang joget bersama di salah satu ruangan di kafe tersebut.

Saat itu, tersangka S memiting korban Suprianto dan mengajaknya keluar ruangan. Di luar ruangan, keributan pun kembali terjadi. Awalnya hanya S dan Suprianto terlibat baku hantam. Kemudian para pelaku lainnya juga berdatangan turut menganiaya korban. Hingga akhirnya, salah seorang pelaku menusuk korban hingga tewas. Menyaksikan itu, rekan korban Samsul Bahri Ritonga mencoba melerai. Namun dia juga ditikam para pelaku hingga mengalami luka berat.

“Dan dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, kita berhasil mengamankan 3 orang tersangka,” ungkap Kasat Reskrim.

Selain meringkus 3 orang pelaku, personel unit Pidum Satreskrim Polres Labuhanbatu juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 1 buah kursi plastik yang digunakan juga untuk memukul korban, 2 unit sepeda motor dan 5 bilah parang.

“Terhadap tersangka diterapkan pasal 338 sub170 ayat 2 ke 3 dan 2 KUHP pidana dengan ancaman 15 tahun,” tandas Kasat Reskrim. (Posmetromedan.com)

Pos terkait