Dulu Ramai Kini Sepi Bagai Kuburan

Dulu Ramai Kini Sepi Bagai Kuburan
Foto: Taman Remaja Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

ACEH INDEPENDENT,  Jakarta – Di tengah menjamurnya destinasi wisata baru, sejumlah tempat wisata yang pernah menjadi ikon dan selalu dipadati pengunjung kini justru terbengkalai, sepi, bahkan hilang dari peta pariwisata Indonesia.

Beragam faktor menjadi penyebab kemundurannya, mulai dari masalah keuangan, krisis ekonomi, perubahan kebijakan pengelolaan, hingga dampak pandemi Covid-19 yang menghantam industri pariwisata. Menariknya, beberapa lokasi yang ditinggalkan justru menjelma menjadi destinasi wisata horor dan spot fotografi bernuansa misterius.

Bacaan Lainnya
Ads

Berikut lima tempat wisata yang pernah berjaya, namun kini tinggal kenangan.

1. Kampung Gajah Wonderland

Berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Kampung Gajah Wonderland pernah menjadi salah satu destinasi wisata keluarga terbesar di Jawa Barat. Taman rekreasi seluas sekitar 60 hektare ini dikenal dengan deretan patung gajah raksasa yang menjadi ikon kawasan.

Beragam wahana permainan, taman bermain anak, hingga area rekreasi air membuat tempat ini selalu ramai saat akhir pekan maupun musim liburan.

Namun, pada 2017, pengelola resmi menutup operasional akibat masalah keuangan dan pailit. Sejak saat itu, kawasan ini terbengkalai. Bangunan rusak, tanaman liar tumbuh tak terkendali, dan suasana yang dulu ramai berubah menjadi sunyi.

Kini, Kampung Gajah lebih dikenal sebagai lokasi wisata horor dan tempat berburu foto bernuansa mistis.

2. Snowbay Water Park

Snowbay Water Park yang berada di kawasan TMII, Jakarta Timur, pernah menjadi salah satu taman air paling populer di ibu kota.

Wahana seperti Hurricane dan Cool Running menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Selain itu, tersedia kolam ombak, kolam arus, dan area bermain anak yang menjadikan tempat ini favorit keluarga.

Pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi titik balik bagi Snowbay. Penutupan tempat wisata dan tekanan ekonomi membuat operasional taman air ini berhenti total. Kondisi tersebut diperparah dengan perubahan pengelolaan kawasan TMII oleh pemerintah.

Hingga kini, Snowbay belum kembali beroperasi dan masa depannya masih belum jelas.

3. Depok Fantasi Waterpark (Aladin Waterpark)

Bagi warga Depok, Aladin Waterpark menyimpan banyak kenangan. Dibuka pada 2008, taman rekreasi air bertema Timur Tengah ini menjadi pelopor wisata air di Kota Depok.

Berbagai wahana seperti seluncuran air, ember tumpah, kolam renang, dan area bermain keluarga membuat tempat ini selalu dipadati pengunjung.

Namun, pandemi Covid-19 membuat pengelola kesulitan bertahan akibat hilangnya pemasukan selama berbulan-bulan. Akhirnya, tempat wisata ini ditutup permanen.

Saat ini, seluruh area Aladin Waterpark telah diratakan dan dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan.

4. Taman Festival Bali

Terletak di kawasan Sanur, Bali, Taman Festival Bali sempat digadang-gadang menjadi ikon hiburan baru saat dibuka pada 1997.

Destinasi ini dirancang sebagai pusat festival, pameran, dan hiburan berskala besar yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sayangnya, krisis ekonomi membuat operasionalnya hanya bertahan sekitar dua tahun. Pada 1999, tempat ini ditinggalkan dan perlahan ditelan alam.

Bangunan yang dipenuhi tanaman liar, grafiti, serta suasana sunyi menciptakan kesan misterius yang kini menjadi daya tarik tersendiri. Taman Festival Bali bahkan dikenal sebagai salah satu wisata horor paling populer di Pulau Dewata.

5. Taman Remaja Surabaya (TRS)

Taman Remaja Surabaya atau TRS merupakan taman hiburan legendaris yang berdiri sejak 1971. Selama puluhan tahun, tempat ini menjadi destinasi favorit warga Surabaya untuk berekreasi.

Lebih dari 20 wahana permainan tersedia, mulai dari kincir ria, komidi putar, kereta mini, hingga wahana pemacu adrenalin.

Namun, berakhirnya kerja sama pengelolaan antara pemerintah dan pihak swasta membuat TRS resmi ditutup pada 2018. Sejak saat itu, kawasan tersebut terbengkalai dan tidak lagi beroperasi.

Yang menarik, beredar berbagai cerita mistis dari warga sekitar. Sebagian mengaku masih mendengar suara keramaian, tawa anak-anak, hingga musik wahana permainan pada malam hari, meski tempat itu sudah lama ditutup.

Dari Destinasi Favorit Menjadi Kenangan

Kisah lima tempat wisata ini menjadi pengingat bahwa popularitas sebuah destinasi tidak selalu bertahan selamanya. Perubahan ekonomi, kebijakan, hingga bencana seperti pandemi dapat mengubah wajah industri pariwisata secara drastis.

Meski sebagian kini hanya menyisakan bangunan kosong dan kenangan, tempat-tempat tersebut tetap memiliki nilai sejarah tersendiri bagi masyarakat yang pernah menikmati masa kejayaannya.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait