Tak ada barikade kaku. Tak ada ketegangan berlebihan. Yang terlihat justru senyum ramah, sapaan hangat, hingga botol air mineral yang diberikan aparat kepada peserta aksi yang mulai kelelahan. Beberapa prajurit Kodam IM bahkan membantu mahasiswa yang kepanasan untuk mendapatkan tempat berteduh.
Widget Artikel Samping
“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memastikan semua berjalan aman. Mahasiswa bisa bersuara, masyarakat pun tetap merasa tenang,” ujar Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, M. Tr. (Han) dengan nada penuh ketulusan.
Pendekatan persuasif ini terbukti efektif. Meski massa aksi membeludak, jalannya demonstrasi berlangsung damai tanpa ekses besar. Kapolda Aceh Brigjen Pol. Marzuki Ali Basyah, mengapresiasi sinergi tersebut. “Kita ingin aspirasi bisa tersampaikan, tapi Aceh tetap damai, membuat semuanya berjalan sejuk,” katanya.
Di sela-sela aksi, tampak mahasiswa, polisi, dan prajurit TNI berdiri berdampingan. Ada yang saling berbincang ringan, ada pula yang hanya bertukar senyum. Momen itu menjadi gambaran nyata bahwa Aceh hari ini semakin dewasa dalam berdemokrasi: perbedaan pendapat bisa disampaikan, namun persaudaraan tetap terjaga.
Hari itu, Banda Aceh menunjukkan wajah terbaiknya sebuah kota yang mampu menjadi ruang aspirasi tanpa kehilangan kedamaian. Dan di dalamnya, Kodam Iskandar Muda bersama Polda Aceh telah memainkan peran penting: bukan sekadar penjaga keamanan, tapi juga sahabat rakyat.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News