Amerika Serikat tak Layak Jadi Host Piala Dunia 2026

Amerika Serikat tak Layak Jadi Host Piala Dunia 2026

 

ACEH INDEPENDENT,  BANDA ACEH – Amerika Serikat dinilai tidak layak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 setelah serangkaian kebijakan imigrasinya menghambat kedatangan wasit, ofisial tim, hingga suporter dari sejumlah negara peserta.

Bacaan Lainnya
Ads

Hal ini memicu kritik terhadap Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Pengiat sepak bola di Aceh, Munawardi Ismail, menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan semangat sepak bola yang seharusnya menjadi ajang yang seharusnya menjunjung keterbukaan dan persaudaraan antarbangsa.

“Sepak bola seharusnya menjadi ruang perjumpaan seluruh bangsa, bukan ruang yang dibatasi tembok-tembok politik dan imigrasi. Sepak bola itu tanpa sekat, tanpa peluit imigrasi,” kata Munawardi di Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, penolakan terhadap Artan menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Artan merupakan peraih penghargaan Wasit Terbaik Afrika 2025 dan berpeluang menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia.

Namun, ia ditolak masuk ke Amerika Serikat dan dicoret dari daftar perangkat pertandingan FIFA.

“Sebuah turnamen dunia seharusnya menjamin seluruh peserta, ofisial, dan perangkat pertandingan dapat hadir tanpa hambatan administratif yang diskriminatif,” ujar Munawardi.

Ia menyoroti bahwa kasus Artan bukan satu-satunya persoalan yang muncul menjelang pembukaan turnamen. Sejumlah laporan juga menyebut adanya kendala visa dan pembatasan masuk yang dialami ofisial serta anggota delegasi dari beberapa negara peserta.

Pria yang berprofesi sebagai wartawan olahraga itu menilai, kondisi tersebut mencoreng citra Amerika Serikat yang selama ini mengklaim diri sebagai negara demokratis dan terbuka.

Selain faktor imigrasi, ia juga mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah dari sisi moral dan politik luar negeri.

Menurutnya, FIFA terkesan menerapkan standar ganda dalam menyikapi isu geopolitik. Ia menyinggung keputusan FIFA yang pernah menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait perang di Ukraina, sementara berbagai kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak pernah menjadi pertimbangan dalam penentuan status maupun penyelenggaraan turnamen internasional.

“FIFA harus menunjukkan konsistensi dalam menegakkan prinsip-prinsip yang selama ini mereka gaungkan. Jangan sampai sepak bola justru tunduk pada kepentingan politik negara tertentu,” kata pria yang sempat menjadi promotor Martunis mencicipi latihan bola di Sporting Lisbon ini.

Munawardi berharap FIFA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar kejadian serupa tidak terulang pada turnamen-turnamen mendatang. [*]

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait