Angin Kencang dan Banjir Terjang Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Petugas BPBD mengevakuasi pohon tumbang dan membantu warga terdampak banjir di sejumlah daerah, menyusul cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.(20/3/2026).
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Jumat (20/3) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (21/3) pukul 07.00 WIB. Dalam laporan tersebut, bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan banjir masih mendominasi, seiring meningkatnya intensitas hujan di sejumlah daerah.

Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, di mana angin kencang menerjang wilayah tersebut pada Kamis (19/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Bencana ini berdampak pada empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Purwoasri, Pandaan, dan Purwodadi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, angin kencang menyebabkan kerusakan ringan pada enam unit rumah warga. Selain itu, empat fasilitas umum juga terdampak akibat tertimpa pohon tumbang. Merespons kejadian tersebut, tim BPBD langsung turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi pohon tumbang serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak guna memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Sementara itu, bencana banjir melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (20/3) sekitar pukul 14.20 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama meluapnya air hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah desa.

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Rada dan Desa Nggembe di Kecamatan Bolo, serta Desa Bre dan Desa Kananta di Kecamatan Palibelo. Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, dengan total 1.009 jiwa dari 287 kepala keluarga terdampak langsung oleh banjir tersebut.

Selain berdampak pada masyarakat, kerugian material juga cukup besar. Sebanyak 260 unit rumah warga dilaporkan terendam, tiga fasilitas pendidikan tergenang air, serta lahan pertanian dan akses jalan desa mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan.

BPBD Kabupaten Bima bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman, distribusi bantuan logistik, hingga penyisiran dan pendataan di lokasi terdampak guna memastikan seluruh korban terlayani dengan baik.

Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Magetan. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat sore (20/3) sekitar pukul 16.16 WIB menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan.

Sebanyak 31 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 31 unit. BPBD setempat telah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses penanganan serta meminimalisir dampak lanjutan.

BNPB juga mengingatkan bahwa dalam dua hari ke depan, yakni pada 22 hingga 23 Maret 2026, potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.

Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana maupun pengguna jalan raya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk memantau informasi cuaca dan peta kerawanan melalui aplikasi seperti Info BMKG dan InaRISK BNPB. Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana yang terjadi secara tiba-tiba.

BNPB juga menekankan pentingnya keselamatan saat menghadapi cuaca ekstrem. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, masyarakat diminta untuk segera mencari tempat berlindung yang aman, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame yang berisiko roboh.

Kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dan dampak bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait