Pelabuhan Calang Jadi Titik Harap Pemudik Simeulue

Suasana pemudik menunggu keberangkatan di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, menuju Sinabang, Simeulue, dengan harapan bisa berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idulfitri.(20/3/2026)
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Aceh Jaya – Suasana hangat penuh harapan menyelimuti Pelabuhan Calang dalam beberapa hari terakhir. Pelabuhan yang terletak di pesisir barat Aceh ini kembali menjadi denyut utama pergerakan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman di Kabupaten Simeulue menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sejak awal pekan, arus pemudik mulai meningkat. Para calon penumpang dari berbagai daerah tampak memadati area pelabuhan, membawa serta barang bawaan yang tidak sedikit. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: kembali ke tanah kelahiran dan berkumpul bersama keluarga tercinta di momen lebaran.

Bacaan Lainnya

Di antara para pemudik itu, terlihat Desi Ratna Sari, mahasiswi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Perempuan asal Ganting, Kecamatan Simeulue Timur ini memilih menunggu di Calang bersama rekannya, Zufiana. Keduanya telah tiba lebih awal untuk memastikan tidak tertinggal jadwal keberangkatan kapal menuju Sinabang.

Dengan penuh kesabaran, Desi dan pemudik lainnya menanti giliran berangkat sesuai jadwal. Meski harus menunggu beberapa hari, suasana pelabuhan tetap kondusif dan nyaman. “Kami menunggu sesuai jadwal keberangkatan hari Kamis. Alhamdulillah di sini aman dan nyaman,” ujar Desi dengan senyum penuh harap.

Selama masa penantian, para pemudik memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di pelabuhan. Ruang tunggu dipenuhi penumpang yang beristirahat, sementara mushalla menjadi tempat persinggahan untuk beribadah. Aktivitas ini mencerminkan suasana kebersamaan yang kental, di mana para pemudik saling berbagi cerita dan pengalaman selama perjalanan.

Pelabuhan Calang memang menjadi salah satu simpul transportasi favorit bagi masyarakat yang hendak menuju Simeulue. Selain akses darat dari Banda Aceh yang relatif lebih dekat, pelabuhan ini juga dilayani oleh kapal dengan kapasitas besar. Hal ini memungkinkan pengangkutan penumpang beserta kendaraan dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga menjadi solusi efektif terutama saat lonjakan arus mudik.

Penyeberangan menuju Sinabang dilayani oleh kapal andalan milik Pemerintah Aceh, yaitu KMP Aceh Hebat. Kapal ini secara rutin menghubungkan wilayah daratan Aceh dengan kepulauan Simeulue, sekaligus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat setempat.

Bagi Desi, memilih Pelabuhan Calang merupakan keputusan yang tepat. Selain jarak yang lebih dekat, fasilitas kapal yang memadai membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, terutama bagi pemudik yang membawa banyak barang. “Di sini lebih dekat dan kapalnya besar, jadi lebih nyaman untuk bawa barang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan petugas pelabuhan selama masa mudik. Menurutnya, pelayanan yang ramah dan fasilitas yang memadai memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Meski demikian, ia berharap kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan, terutama saat momen puncak arus mudik.

Fenomena mudik di Pelabuhan Calang bukan sekadar perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kerinduan yang terobati, tentang perjalanan panjang yang sarat makna, serta harapan untuk kembali merajut kebersamaan dengan keluarga di hari kemenangan.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, tersimpan kisah-kisah sederhana tentang kesabaran, perjuangan, dan kebahagiaan yang menanti di ujung perjalanan. Pelabuhan Calang pun tak hanya menjadi titik transit, melainkan juga titik temu rindu bagi ribuan pemudik menuju Simeulue.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait