Angin Kencang Hancurkan Puluhan Huntara di Langkahan, Penyintas Banjir Kembali Diuji Musibah

Puluhan hunian sementara (huntara) penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang, Selasa (2/6/2026).

ACEH UTARA – Cobaan seolah belum berhenti menghampiri warga penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Setelah sebelumnya kehilangan rumah dan harta benda akibat terjangan banjir besar, kini mereka kembali harus menghadapi kenyataan pahit ketika tempat hunian sementara (huntara) yang menjadi tempat berlindung mereka rusak diterjang angin kencang.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) itu menyisakan duka mendalam bagi para korban. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menerjang kawasan permukiman huntara dan mengakibatkan sedikitnya 35 unit bangunan mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, sebuah musala yang selama ini menjadi pusat aktivitas ibadah dan tempat berkumpul warga pengungsi juga turut terdampak.

Bacaan Lainnya
Ads

Bagi sebagian besar warga, huntara bukan sekadar bangunan darurat. Tempat tersebut menjadi simbol harapan baru setelah rumah mereka rusak akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Namun harapan itu kembali diuji ketika cuaca ekstrem merobohkan sebagian bangunan yang mereka tempati.

Camat Langkahan, T Reza Ichwan, menjelaskan bahwa wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Gampong Rumoh Rayeuk. Dari total huntara yang ada di desa tersebut, sebanyak 23 unit mengalami kerusakan dengan lima unit di antaranya rusak berat dan tidak lagi layak ditempati.

Selain Gampong Rumoh Rayeuk, kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah desa lain seperti Gampong Langkahan, Gampong Buket Linteung, dan Gampong Geudumbak. Hingga kini, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan dan kebutuhan mendesak yang diperlukan warga.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka serius. Namun kerugian yang ditimbulkan cukup besar, terutama bagi warga yang selama ini masih berjuang memulihkan kehidupan pasca banjir.

Sejumlah penghuni huntara mengaku panik saat angin kencang mulai menerbangkan bagian atap dan merobohkan beberapa bangunan. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang seadanya sambil mencari tempat yang lebih aman untuk berlindung.

Kondisi ini membuat aktivitas warga pengungsi kembali terganggu. Banyak keluarga yang harus memikirkan ulang tempat tinggal sementara mereka, sementara sebagian lainnya masih berusaha membersihkan puing-puing bangunan yang rusak.

Musibah beruntun yang dialami masyarakat Langkahan menjadi gambaran nyata betapa rentannya kehidupan para korban bencana. Di saat mereka sedang berupaya bangkit dan menata kembali masa depan, bencana lain datang silih berganti menguji ketabahan dan kekuatan mereka.

Masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan cepat dari pemerintah serta berbagai pihak agar perbaikan huntara dapat segera dilakukan. Kehadiran hunian yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendesak agar para penyintas dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada tahap evakuasi dan pembangunan hunian sementara. Perlindungan terhadap warga terdampak, terutama dari ancaman cuaca ekstrem yang kerap terjadi, perlu menjadi perhatian serius agar mereka tidak terus-menerus menjadi korban dari rangkaian bencana yang datang bertubi-tubi.

Kini, di tengah puing-puing huntara yang rusak dan atap-atap yang beterbangan, warga Langkahan hanya berharap satu hal: kesempatan untuk kembali bangkit tanpa harus terus dihantam musibah yang datang silih berganti.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait