ACEH INDEPENDENT, Austria vs Aljazair Piala Dunia 2026, Austria dan Aljazair menghadirkan salah satu pertandingan paling dramatis di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 3-3 pada laga terakhir Grup J di Kansas City Stadium, Sabtu (27/6/2026). Hasil tersebut memastikan kedua tim sama-sama melaju ke babak 32 besar di tengah kontroversi format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara.
Pertandingan berlangsung penuh ketegangan dengan pergantian momentum yang terjadi hingga menit-menit akhir. Austria dua kali unggul, namun Aljazair selalu mampu menyamakan kedudukan.
Drama mencapai puncaknya saat Riyad Mahrez mencetak gol pada menit ke-93 yang membawa Aljazair berbalik unggul 3-2. Gol tersebut sempat diperkirakan akan mengantar Aljazair meraih kemenangan sekaligus menyingkirkan Austria dari turnamen.
Namun, harapan itu hanya bertahan beberapa menit. Pada menit ke-96, Austria berhasil mencetak gol penyeimbang melalui Sasa Kalajdzic yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti. Gol tersebut menjadi sentuhan pertamanya di pertandingan dan memastikan skor akhir 3-3.
Hasil imbang itu membuat Austria lolos sebagai runner-up Grup J, sedangkan Aljazair melaju ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Penyerang Aljazair, Riyad Mahrez, mengaku puas dengan perjuangan timnya meski gagal meraih kemenangan.
“Kami bermain disiplin dan tampil solid. Pada akhirnya kami memang bisa saja menang, tetapi hasil imbang ini yang terpenting karena kami berhasil lolos,” ujar Mahrez.
Kenangan “Aib Gijon” 1982 Tak Terulang
Pertandingan Austria kontra Aljazair sejak awal mendapat sorotan karena mengingatkan publik pada insiden kontroversial “Disgrace of Gijon” di Piala Dunia 1982. Saat itu, Jerman Barat dan Austria memainkan laga yang dianggap saling menguntungkan sehingga membuat Aljazair tersingkir.
Peristiwa tersebut kemudian mendorong FIFA menerapkan aturan agar seluruh pertandingan terakhir fase grup dimainkan secara bersamaan.
Namun, format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 peserta kembali memunculkan perdebatan. Beberapa tim masih bertanding dengan mengetahui hasil pertandingan lain lebih dulu, sehingga dinilai memberikan keuntungan tertentu.
Meski demikian, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic menegaskan pertandingan kali ini membuktikan semangat sportivitas tetap terjaga.
“Saya sangat senang karena pada akhirnya sepak bola yang menang. Skor 3-3 sudah menggambarkan segalanya,” kata Petkovic.
Gol Penyelamat yang Tak Terlupakan
Gol penyeimbang Austria menjadi salah satu momen paling ikonik di Piala Dunia 2026. Sasa Kalajdzic baru beberapa detik berada di lapangan setelah menggantikan Philipp Mwene sebelum langsung mencetak gol penyelamat.
Gelandang Austria Marcel Sabitzer mengaku timnya tidak pernah menyerah meski sempat tertinggal pada masa injury time.
“Saat kebobolan gol ketiga pada menit ke-94, kami sempat berpikir semuanya sudah berakhir. Tetapi kami masih mendapat satu peluang dan tetap percaya bisa mencetak gol,” ujar Sabitzer.
Sementara itu, pelatih Austria Ralf Rangnick mengaku sulit menjelaskan drama yang terjadi. Menurutnya, akhir pertandingan tersebut bahkan sulit dibayangkan dalam sebuah film karya sutradara legendaris Alfred Hitchcock.
Iran Jadi Korban Dramatis
Hasil imbang Austria dan Aljazair juga berdampak pada tim lain. Iran yang sebelumnya berpeluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik harus tersingkir akibat gol penyama kedudukan Austria pada menit-menit akhir.
Laga yang sempat dikhawatirkan akan dikenang sebagai “Disgrace of Kansas City” justru berubah menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang Piala Dunia 2026 dan layak dijuluki “Thriller of Kansas City” berkat drama enam gol dan akhir yang sulit diprediksi.







