“Kepada masyarakat diimbau agar menghindari arus banjir dan tidak melintasi jalan yang tergenang,” ujar Iman, Senin, 12 Oktober 2026.
Widget Artikel Samping
Dia juga meminta warga untuk mengamankan dokumen penting agar tidak rusak tergenang air.
“Segera menuju tempat lebih tinggi apabila air terus naik,” imbaunya lagi.
Dia mengatakan saat ini terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang berdomisili di 18 desa di bawah delapan kecamatan ikut terdampak bencana banjir.
”Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat hingga meluap ke jalan dan permukiman warga,” kata Iman Suhery, dalam laporan Pusdalopsnya.
Selain itu, tanggul di sungai Kampung Merlempang Kecamatan Bendahara putus dan air mencapai satu meter di Bandar Khalifah, Tamiang Hulu. Dalam laporannya, BPBD menyebut, debit Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kiri di Kecamatan Tenggulun masih terus bertambah dan membawa material sampah.
Adapun tujuh desa yang terdampak akibat bencana tersebut adalah Simpang Kiri, Tenggulun, Rimba Sawang, Suka Makmur, Tebing Tinggi di Keucamatan Tenggulun. Kemudian Alur Selebu, Tanjung Genteng di Kecamatan Kejuruan Muda.
Selanjutnya, Sukajadi, Tanjung Karang di Kecamatan Karang Baru. Marlempang, Balai di Kecamatan Bendahara, Babo, Batu Badulang dan Pengidam di Kecamatan Bandar Pusaka. Rongoh, Bandar Khalifah di Tamiang Hulu. Gelung di Seruway dan Alur Manis di Keucamatan Rantau.
Dia menyebutkan sebanyak 50 KK mengungsi di Simpang Kiri, kemudian 30 KK di Tenggulun, sebanyak 20 KK di Suka Makmur, selanjutnya 110 KK di Alur Selebu, lalu 20 KK di Rongoh, dan 150 KK di Bandar Khalifah tercatat mengungsi. “Selain itu 15 rumah di Gelung, Kecamatan Seruway, juga dilaporkan terendam,” sebut Iman.
Hingga saat ini, BPBD Aceh Tamiang masih memantau sejumlah lokasi terdampak. Petugas juga melakukan pendataan dampak serta menyiapkan personel dan peralatan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News