Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 2,2 triliun disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan peningkatan signifikan sebesar 65,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pembiayaan ini telah menyasar 8.072 debitur, yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Widget Artikel Samping
Direktur Bisnis Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyebut bahwa langkah ini bukan semata-mata strategi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan keberpihakan pada ekonomi rakyat. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Aceh yang membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu tumbuh dan naik kelas.
“Kami tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, serta edukasi literasi keuangan. Ini semua agar pelaku UMKM siap bersaing dan mandiri secara ekonomi,” ujar Fadhil.
Program pembiayaan dan pemberdayaan UMKM oleh Bank Aceh mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, karena dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, upaya ini juga sejalan dengan program pemulihan ekonomi pascapandemi serta akselerasi pembangunan di daerah.
Bank Aceh menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas cakupan pembiayaan UMKM, termasuk sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif. Di saat yang sama, peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan dan digitalisasi akan terus digenjot.
Dengan komitmen ini, Bank Aceh semakin menunjukkan peran strategisnya sebagai bank daerah yang bukan hanya tumbuh secara keuangan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi rakyat.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News