Rombongan mahasiswa ini dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. (Banda Aceh, 8 Juli 2026).Mengusung tema “Mengabdi untuk Pulih, Bergerak untuk Bangkit”, program ini menegaskan komitmen USK menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam pemulihan masyarakat pascabencana.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa dari berbagai fakultas akan tinggal bersama masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan pengabdian yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi kreatif, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan.Pada kesempatan itu, dr. Okta menyampaikan, USK Mengabdi merupakan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Menurutnya, pengalaman di lapangan akan membentuk kompetensi yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah. Seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, pengambilan keputusan dalam situasi sulit, serta kepekaan sosial dan kemanusiaan.“Inilah pembelajaran yang akan membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa di masa depan,” ujarnya.
Dirinya mengingatkan, seluruh peserta agar senantiasa menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan rasa hormat kepada masyarakat yang akan didampingi selama pelaksanaan kegiatan.
“Ingatlah bahwa masyarakat yang akan didampingi adalah penyintas bencana yang sedang berjuang memulihkan kehidupannya. Datanglah untuk membantu, mendengar, dan belajar, bukan untuk menambah beban mereka,” tambahnya.Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan program kerja. Kehadiran USK Mengabdi adalah bentuk kepedulian dan harapan.
“Masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga membutuhkan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Kehadiran mahasiswa USK menjadi simbol solidaritas, empati, dan harapan bagi proses pemulihan mereka.” ujar Rina.Ketua BEM USK M. Rudhi Anugrah, menjelaskan, seluruh program kerja mahasiswa disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata selama pelaksanaan pengabdian.
Pada bidang kesehatan masyarakat, mahasiswa akan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat, serta mengajak masyarakat mengikuti senam pagi bersama untuk meningkatkan pola hidup sehat.Di bidang ekonomi kreatif, mahasiswa akan memberikan pelatihan literasi keuangan kepada pelaku UMKM, mendampingi pencatatan pemasukan, pengeluaran, laba, dan arus kas usaha, membantu pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta mengadakan pelatihan kerajinan tangan bagi anak-anak.
Selanjutnya bidang pendidikan dan kebudayaan, mahasiswa akan melaksanakan edukasi mengenai kesehatan mental, pengembangan keterampilan sosial anak, perlindungan anak, serta pendidikan seksual dasar melalui permainan edukatif dan diskusi interaktif.
Pada bidang mitigasi bencana, mahasiswa bersama masyarakat akan melakukan penanaman bibit pohon konservasi, pemasangan papan jalur evakuasi, serta gotong royong sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Sementara itu, pada bidang lingkungan, kegiatan difokuskan pada pembuatan teknologi filtrasi air sederhana, penghijauan, pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif, serta penanaman berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan pascabencana.
Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan USK, Enzus Tinianus, S.H., M.H., mengingatkan seluruh mahasiswa agar mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
“Dalam melakukan kegiatan di tempat pengabdian, kita harus menjadi solusi, bukan menjadi masalah. Kita harus dapat mengurangi beban masyarakat, jangan sampai kita menjadi beban” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa setiap mahasiswa merupakan representasi USK di tengah masyarakat.
“Kalian adalah duta USK. Perkenalkan USK melalui sikap, perilaku, dan karya terbaik sehingga masyarakat, khususnya generasi muda di daerah, semakin mengenal USK dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di USK,” ucap Enzus.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News