Peristiwa tragis itu terjadi di jalur setapak dekat rel kereta api KM 60 7/8, tepatnya di Dusun VII, Desa Firdaus pada Rabu (28/5).
Widget Artikel Samping
Diketahui saat itu korban dalam perjalanan mencari rumput di sekitar areal rel kereta dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna hitam.
Mansyursyah selaku abang kandung korban (Alimuddin) menduga adiknya saat itu tidak menyadari kedatangan kereta dari arah belakang yang melaju searah.
“Adik saya berkendara di sisi rel dari arah Firdaus menuju Sei Rampah. Saat itu, kereta datang dari belakang dan langsung menyambar, ia terpental dan meninggal di tempat,” ucapnya.
Tak la setelah insiden itu, Unit Reskrim Polsek Firdaus di bawah pimpinan Iptu Anggiat Sidabutar turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan awal, korban mengalami patah di tangan kanan dan luka parah di bagian belakang kepala. Sepeda motor yang ditunggangi korban juga terlihat rusak.
Setelah menerima kabar duka ini, pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas, menolak dilakukan otopsi.
Hal ini dibenarkan oleh Ps Kasi Humas Polres Sergai, Iptu LB Manullang.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan dan memohon agar jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (29/5). (pm)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News