Aceh Besar – Dalam rangka memantau stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, Babinsa Koramil 26/Kuta Cot Glie Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Muttaqin, melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/06/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Dalam pelaksanaannya, Serda Muttaqin turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli guna memperoleh data aktual terkait harga dan ketersediaan bahan pokok.
Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum harga sembako di Pasar Keumireu terpantau relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa komoditas utama seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, serta daging ayam ras tidak mengalami perubahan harga yang signifikan dan stok tersedia dalam kondisi cukup.
Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga. Di antaranya ikan teri yang mengalami kenaikan dari Rp50.000/kg menjadi Rp80.000/kg, serta kacang tanah yang naik dari Rp30.000/kg menjadi Rp35.000/kg. Sementara itu, sejumlah bahan lainnya justru mengalami penurunan harga seperti udang basah dari Rp65.000/kg menjadi Rp60.000/kg, pisang dari Rp18.000 menjadi Rp17.000 per sisir, kacang panjang dari Rp25.000/kg menjadi Rp20.000/kg, serta kacang hijau dari Rp30.000/kg menjadi Rp28.000/kg.
Untuk komoditas daging sapi, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tidak tersedia baik pada hari sebelumnya maupun hari ini. Meski demikian, secara keseluruhan kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi dari komoditas lain yang tersedia di pasar.
Serda Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara rutin guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Selain itu, Babinsa juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan instansi terkait apabila ditemukan kendala di lapangan, seperti kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kami terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan gejolak harga. Harapannya, kondisi ini tetap stabil sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga,” ujar Serda Muttaqin.







