Banda Aceh – Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya Cut Putri mengatakan, bahwa dalam Kitab Mabain Wasaalatin tertulis tentang Sultan Johan Syah yang mendirikan kerajaan Aceh Darussalam di Gampong Pande pada tanggal 1 Ramadhan 601 Hijriyah, atau bertepatan 22 April 1205.
Ini adalah awal mula pendirian Kesultanan Aceh, hari Jadi Bandar Aceh Darussalam yang kini lebih dikenal dengan nama Banda Aceh.
Dalam sumber Jawaib Turki, ketika membahas konflik Kerajaan Aceh melawan Kerajaan Belanda, Al Jawaib juga menuliskan tentang perang penting dari Ghazi Johan Syah yang datang ke Aceh dan mendirikan Kerajaan Aceh Darussalam, dan memperkuat penyebaran Islam di kawasan Aceh.
Ada beberapa sumber tentang asal mula Sultan Johan Syah, dalam Kitab Mabain Wasaalatin atau dikenal juga dengan Kitab Adat Aceh, disebutkan Sultan Johan dari Negeri Atas Angin. Kemudian dalam sumber Teungku Di Mulek, Sultan Johan Syah berasal dari Seljuk Turkistani. Sedangkan Sumber dari Yunus Djamil, Sultan Johan Syah adalah seorang Putra Adi Genali Raja Linge keturunan dari Meurah Krueng Jambo Ayee. Sumber lain mengatakan bahwa Raja Linge juga asalnya dari Negeri Rum. Ini menandakan luasnya kajian tentang Sultan Johan Syah ini.
Beberapa sumber menulis, saat itu Sultan Johan Syah menyatukan negeri Aceh dibantu Syeikh Abdullah Kana’an atau dikenal sebagai Syiah Hudam dari Palestina. Dengan bantuan Syiah Hudam, Sultan Johan Syah berhasil menaklukkan Putroe Neng dan menaklukkan Wilayah Seudu serta memperkuat kekuatan Kerajaan Aceh. Sultan Johan Syah juga menjadi menantu Raja Lamuri, dan memperoleh dukungan kuat dalam penyebaran Islam.
Sultan Johan memerintah cukup lama dari 1205 sampai 1234 atau 29 tahun lamanya. Dengan fondasi awal yang kuat dan kokoh Kerajaan Aceh kemudian terus berkembang selama ratusan tahun, dibawah kepemimpinan anak cucu Sultan Johan Syah.
Ratusan tahun setelah wafatnya Sultan Johan Syah, Kesultanan Aceh menjadi Kesultanan Islam terbesar di Asia Tenggara, dan merupakan salah satu kekuatan maritim terbesar yang paling disegani di dunia. Aceh bertransformasi menjadi imperium global yang menguasai Selat Malaka, yang merupakan jalur perdagangan lada di Semenanjung Malaya dan Sumatra.
Kerajaan Aceh berkembang pesat, dan terkenal sebagai salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar dunia yang berdiri sama kuat dan sejajar, yaitu Kerajaan Aceh Darussalam, Kerajaan Ottoman Turki Utsmani, Kerajaan Mughal, Kerajaan Safawi dan Kerajaan Maghribi Marokko.
Pada Zaman dahulu nama Sultan Johan Syah sangat dikagumi, ditandai beberapa Sultan menggunakan gelar Johan Syah. Kawasan tempat Titik Nol lahirnya Kerajaan Aceh Darussalam di Gampong Pande sekarang dibangun monumen ingatan memori, tentang perjuangan pahlawan besar Aceh yang mendirikan kerajaan dan menyebarkan Islam di Asia Tenggara, seorang Sultan Perintis Keagungan Aceh Darussalam.
22 April 2026 bukan saja hari jadi Kota Banda Aceh tapi Hari Jadi Berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam ke-821 tahun.






