Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banda Aceh, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh melakukan kunjungan silaturahmi ke Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh pada Senin, 27 April 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah kota dalam membangun kolaborasi yang lebih solid dengan media, terutama radio yang dinilai masih memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat secara luas dan merata.
Rombongan Diskominfotik dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir. Turut hadir dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Rahadian, Kepala Bidang Hubungan Media dan Penyelenggaraan Smart City Nourchalis, serta Kepala Bidang Statistik Jauhari.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran RRI Banda Aceh, termasuk Kepala RRI Banda Aceh Muhsin Zein, Ketua Tim Pemberitaan Arie Binsar Hatorangan, Ketua Tim Layanan Pengembangan Usaha (LPU) Wahidin, serta Pengelola Redaksi dan Peliputan Lismawarni Arachman.
Muhammad Zubir menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Diskominfotik dan RRI sebagai salah satu media strategis. Menurutnya, radio masih menjadi sarana komunikasi yang efektif dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau media digital.
“RRI memiliki jaringan siaran yang luas dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung pemerintah kota menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zubir berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program kolaboratif, seperti penyebaran informasi pembangunan, edukasi publik, hingga penanggulangan isu-isu strategis di daerah. Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan informasi yang disampaikan pemerintah dapat lebih cepat, tepat, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi serta membuka peluang kerja sama baru dalam pengembangan layanan informasi publik berbasis media yang inklusif dan terpercaya.(**)






