Kehilangan Semangat Setelah 40 Tahun

Kehilangan Semangat Setelah 40 Tahun

ACEH INDEPENDENT,  MEXICO CITY – Piala Dunia 2026 menandai kembalinya turnamen sepak bola terbesar dunia ke Meksiko setelah 40 tahun. Namun, di tengah euforia sebagai tuan rumah, banyak warga setempat justru merasa tidak menjadi bagian dari perhelatan tersebut.

Eduardo Marin, pria yang lahir pada 1986 saat Meksiko terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, mengaku hidupnya selalu diukur berdasarkan momen-momen turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

Bacaan Lainnya
Ads

Saat masih kecil pada Piala Dunia 1994, ia menyaksikan Meksiko tersingkir lewat adu penalti melawan Bulgaria. Pada 2006, ia merasakan kekecewaan ketika gol spektakuler Maxi Rodriguez membawa Argentina menyingkirkan Meksiko. Kemudian pada 2018, Marin bersama delapan temannya mengecat sebuah bus dengan warna bendera Meksiko dan mengendarainya dari Jerman ke Rusia untuk mendukung tim nasional mereka, El Tri.  Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia FIFA

Namun kali ini, ketika Piala Dunia berlangsung di negaranya sendiri, Marin memilih tetap di rumah.

“Saya tidak akan menonton satu pertandingan pun secara langsung,” katanya.

Menurut Marin, harga tiket kini sudah terlalu mahal dan atmosfer turnamen tidak lagi sama seperti dulu.

“Dulu Piala Dunia untuk rakyat. Sekarang terasa seperti acara eksklusif, mirip Formula 1,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan ke Rusia pada 2018, termasuk tiket untuk tiga pertandingan, menghabiskan sekitar 5.000 dolar AS. Kini, jumlah yang sama bahkan digunakan sebagian suporter hanya untuk membeli satu tiket pertandingan pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan.  Prediksi Ghana vs Panama 17 Juni 2026

Harga Mahal Jadi Keluhan Utama

Keluhan Marin ternyata dirasakan banyak warga Meksiko lainnya.

Meski menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam empat dekade, banyak warga mengaku tersingkir karena mahalnya harga tiket, biaya langganan televisi berbayar, serta berbagai aturan lisensi yang membatasi tempat-tempat umum menayangkan pertandingan.

Di sejumlah kota tuan rumah, upaya mempercantik kawasan untuk menyambut wisatawan juga memicu kritik. Di Mexico City, warga mempertanyakan penggunaan gambar axolotl—salamander khas Meksiko—yang dipasang di berbagai lokasi publik.

Sementara di Monterrey, pemerintah membangun tembok di sepanjang jalan menuju stadion dan bandara yang menutupi kawasan permukiman miskin dari pandangan pengunjung. Prediksi Uzbekistan vs Kolombia 18 Juni 2026

“Mereka tidak ingin orang melihat kami,” kata San Juanita Barrera (71), warga kawasan Nuevo San Rafael.

Hanya Kebagian 13 Pertandingan

Kekecewaan juga muncul karena Meksiko hanya menjadi tuan rumah 13 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Sebagian besar laga dimainkan di Amerika Serikat.

Ricardo Arafat Garcia Tagle, animator berusia 42 tahun asal Mexico City, menganggap jumlah tersebut tidak pantas bagi negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat.

“Saat diumumkan hanya mendapat 13 pertandingan, rasanya menghina. Dari tiga negara tuan rumah, Meksikolah negara sepak bola yang sebenarnya,” katanya.

Selain itu, biaya menonton pertandingan dari rumah juga meningkat drastis. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang banyak ditayangkan di televisi gratis, kini sebagian besar pertandingan hanya bisa disaksikan melalui layanan berlangganan.

Harga tiket stadion pun dinilai tidak masuk akal. Untuk laga pembuka di Stadion Azteca, sejumlah suporter mengaku membayar antara 3.000 hingga 5.000 dolar AS per tiket, setara hampir 10 bulan gaji rata-rata pekerja Meksiko.

Pemerintah Meksiko menyatakan telah menyediakan layar raksasa dan acara nonton bersama gratis di berbagai daerah untuk membantu masyarakat menikmati turnamen.

Pelaku Usaha Juga Terbebani

Bukan hanya suporter yang mengeluh. Pelaku usaha restoran dan bar juga menghadapi berbagai hambatan.

Luis Bernot, manajer Salon Casino, sebuah kantin legendaris di Mexico City, mengatakan pihaknya harus berkali-kali mengubah materi promosi karena aturan ketat FIFA.

Mereka dilarang menggunakan istilah seperti “Piala Dunia” maupun gambar yang berkaitan langsung dengan turnamen tanpa izin resmi.

Di sisi lain, biaya lisensi siaran komersial juga cukup tinggi. Menurut Televisa, biaya untuk menayangkan seluruh pertandingan berkisar antara 4.000 peso hingga 22.000 peso, tergantung ukuran usaha.

Organisasi restoran Meksiko (CANIRAC) bahkan memperingatkan anggotanya bahwa penggunaan langganan pribadi untuk menayangkan pertandingan di tempat usaha dapat berujung denda atau sanksi.

Julio Mendoza, pengelola restoran kecil Las Delicias de la Obrera, mengaku tidak mampu membayar paket siaran komersial.

Akibatnya, restorannya hanya bisa menayangkan pertandingan yang tersedia secara gratis.

“Saya berharap Piala Dunia bisa meningkatkan bisnis dan mendatangkan wisatawan. Tapi kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan,” ujarnya.

Kehilangan Semangat Lama

Bagi Eduardo Marin, yang pernah mengelilingi dunia demi mendukung tim nasional Meksiko, sulit menerima kenyataan bahwa ia tidak akan menonton satu pun pertandingan di negaranya sendiri.  Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 17 Juni 2026

Menurutnya, bukan hanya dirinya yang kehilangan kesempatan menikmati Piala Dunia, tetapi juga masyarakat luas.

“Saya merasa energinya sudah tidak sama lagi. Rasanya bukan seperti dulu,” tutup Marin.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait