ACEH INDEPENDENT, Sebanyak 2.548 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Wilayah Barat di Universitas Syiah Kuala (USK). (Banda Aceh, 17 Juni 2026).
Pelaksanaan ujian berlangsung pada 17–19 Juni 2026 pada lima titik lokasi ujian yang tersebar di USK. Kelima lokasi tersebut yaitu Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, meninjau langsung pelaksanaan ujian di sejumlah titik lokasi. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, kelancaran sistem ujian berbasis komputer, serta kenyamanan peserta selama mengikuti ujian.
“Ujian Mandiri ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Karena itu, kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar, nyaman, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Heru juga mengingatkan peserta yang akan mengikuti ujian pada sesi berikutnya agar memperhatikan seluruh syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Ia meminta peserta mempersiapkan diri dengan baik serta hadir lebih awal di lokasi ujian untuk menghindari kendala yang dapat mengganggu proses pelaksanaan tes.
Pada pelaksanaan hari pertama ini, terdapat peserta disabilitas tunanetra yang mengikuti ujian di Gedung UPT TIK USK. Untuk mendukung kelancaran proses ujian, USK menyediakan fasilitas dan pendampingan yang diperlukan sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian tes dengan baik.
“Kehadiran peserta disabilitas ini menunjukkan komitmen USK dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa,” ucap Prof. Heru.
USK juga menyiapkan panitia dan petugas teknis di setiap lokasi ujian untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi selama pelaksanaan tes. Langkah ini dilakukan agar seluruh proses seleksi dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh panitia SMMPTN Wilayah Barat.







