DPRK Banda Aceh Tampung Aspirasi Warga Lewat RDPU Kolaboratif

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah memimpin RDPU bersama anggota dewan dan puluhan perwakilan komunitas di Banda Aceh, Kamis (30/4), dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat untuk pembangunan kota yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Semangat partisipasi publik kembali menguat di Kota Banda Aceh. Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) sebagai wadah terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, hingga kritik konstruktif terhadap pembangunan kota, Kamis (30/4).

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor DPRK tersebut mengusung tema “Mendengar Suara, Membangun Kota dengan Kolaborasi Warga”. Tema ini mencerminkan komitmen kuat lembaga legislatif dalam membangun komunikasi dua arah yang inklusif antara pemerintah dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

RDPU dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, didampingi sejumlah anggota dewan, di antaranya Teuku Iqbal Djohan, Syarifah Munirah, Faisal Ridha, dan M. Iqbal. Kehadiran para wakil rakyat ini menegaskan keseriusan DPRK dalam menyerap langsung suara masyarakat dari berbagai lapisan.

Forum tersebut dihadiri sekitar 30 komunitas dan organisasi masyarakat yang mewakili beragam kelompok, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda, hingga kelompok perempuan. RDPU ini juga melibatkan Gerakan Anti Korupsi Aceh sebagai mitra dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyampaian aspirasi publik.

Dalam forum yang berlangsung dinamis tersebut, warga menyampaikan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya terkait keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata, serta persoalan kebersihan lingkungan kota. Selain itu, isu pemberdayaan ekonomi perempuan dan kelompok rentan turut menjadi sorotan penting, seiring upaya mendorong inklusivitas dalam pembangunan ekonomi daerah.

Tak kalah penting, masyarakat juga menyoroti perlunya sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Mengingat Banda Aceh memiliki sejarah panjang dalam menghadapi bencana, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan dinilai menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, menegaskan bahwa RDPU ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen DPRK dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, DPRK harus menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan warga dengan kebijakan pemerintah kota.

“Forum ini menjadi sarana untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat. Hari ini kita hadir bersama puluhan komunitas dari berbagai latar belakang, mulai dari disabilitas, anak muda, hingga kelompok perempuan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam membangun kota yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam RDPU ini tidak akan berhenti sebagai catatan semata. DPRK berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dengan menyampaikannya kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.

“DPRK akan memastikan setiap suara yang disampaikan hari ini diteruskan kepada pemerintah kota untuk ditindaklanjuti. Ini bagian dari semangat kepemimpinan kami agar DPRK benar-benar menjadi rumah bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, DPRK Banda Aceh berharap terbangun sinergi yang kuat antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai persoalan kota diharapkan dapat diatasi secara bersama-sama, demi mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait