ACEH INDEPENDENT, BandaBanda Aceh – akultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) bersinergi dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPT KKP) untuk melakukan survei, verifikasi, penilaian kelayakan, dan fasilitasi kesiapan 44 desa calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2027 di Aceh.
Selain pengumpulan data dan penilaian, fasilitator juga akan memfasilitasi diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) di desa penugasan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, masyarakat nelayan, serta pemangku kepentingan terkait. Hasil diskusi juga dapat menjadi masukan dalam mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan langkah tindak lanjut yang relevan dengan kondisi masing-masing desa.
Untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan, tim FKP USK akan melakukan pemeriksaan mutu internal terhadap kelengkapan dokumen pendukung, konsistensi pengisian instrumen, dan kesesuaian data dengan kondisi yang didokumentasikan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian atau informasi yang belum lengkap, perbaikan dan klarifikasi akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Hasil pelaksanaan kegiatan selanjutnya disampaikan kepada KKP sebagai bahan pertimbangan dalam proses evaluasi dan penentuan prioritas calon lokasi KNMP tahun 2027,” ucapnya.
Dirinya mengatakan, keikutsertaan suatu desa dalam kegiatan survei, verifikasi, dan fasilitasi ini tidak secara otomatis berarti desa tersebut ditetapkan sebagai lokasi penerima program KNMP 2027. Penetapan lokasi dan keputusan terkait pelaksanaan program merupakan kewenangan KKP sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Dekan FKP USK, Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin dengan KKP melalui kerja sama kelembagaan yang telah dibangun sebelumnya. Melalui pelaksanaan survei yang objektif, berbasis bukti, serta mengedepankan koordinasi dan partisipasi pemangku kepentingan setempat.
FKP USK berharap kegiatan ini dapat berkontribusi pada tersedianya data dan informasi yang berkualitas untuk mendukung perencanaan program KNMP 2027, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat nelayan di Aceh.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pemanfaatan keahlian akademik dalam mendukung perencanaan dan pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ucapnya.






