Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menerima sebanyak 516 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang akan melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di 33 gampong dalam Kecamatan Lhoknga dan Leupung.
Serah terima mahasiswa berlangsung di Kantor Camat Lhoknga, Senin (2/11/2026), ditandai dengan penyerahan secara simbolis dari pihak UIN Ar-Raniry kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kemudian diteruskan kepada Camat Lhoknga dan Leupung untuk selanjutnya ditempatkan di masing-masing gampong.
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0108/Agara Percepat Pembangunan Fasilitas Ibadah dan Rehab Rumah Warga di Desa Lawe Sagu Hulu Aceh Tenggara
- Dukung Ketahanan Pangan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0108/Agara Bersama Warga Tanam Jagung di Desa Lawe Kulok, Aceh Tenggara
- Satgas TMMD 130 Kodim 0108/Agara Rehab RTLH di Lawe Sagu Hulu, Aceh Tenggara Wujud Nyata Kepedulian TNI kepada Rakyat
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, S.Pd.I., M.M., menyambut baik kehadiran ratusan mahasiswa tersebut. Ia berharap kegiatan KPM menjadi momentum memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan gampong.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada Rektor beserta seluruh jajaran UIN Ar-Raniry yang telah mempercayakan Kecamatan Lhoknga dan Leupung sebagai lokasi pelaksanaan KPM. Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kehidupan masyarakat,” ujar Fata saat menyampaikan arahan Bupati.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga membawa ilmu pengetahuan, kreativitas, dan gagasan yang diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal.
Ia menyebutkan, Lhoknga dan Leupung memiliki beragam potensi, mulai dari sektor pesisir, pertanian, perikanan, pariwisata hingga kekayaan sosial budaya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat, menggali potensi setiap gampong, memperkuat kapasitas generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan literasi digital, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jangan hanya melihat apa yang menjadi kekurangan suatu gampong, tetapi lihatlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat. Saya berharap mahasiswa hadir membawa solusi, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial atau memenuhi laporan akademik,” tegasnya.
Fata juga mengingatkan mahasiswa agar membangun komunikasi dan kolaborasi dengan keuchik, perangkat gampong, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, serta pemuda. Menurutnya, keberhasilan pengabdian tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Mahasiswa datang bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat. Hormati adat istiadat dan kearifan lokal serta jadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap kegiatan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Fata juga menyampaikan pantun sebagai pesan penyemangat bagi para mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian di Lhoknga dan Leupung.
“Pergi ke Lhoknga melihat lautan, Singgah ke Leupung menikmati pemandangan.
Mahasiswa datang membawa harapan, Mengabdi bersama membangun masa depan.
Bungong jeumpa harum mewangi, Tumbuh indah di tanah Aceh. Mari bersatu membangun negeri, Aceh Besar maju, masyarakat sejahtera dan berkah,” ucapnya.
Ia kemudian menitipkan pesan agar seluruh mahasiswa menjadikan masa pengabdian sebagai kesempatan untuk membangun persaudaraan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada adik-adik, datang sebagai mahasiswa, bergaul sebagai saudara, mengabdi sebagai anak bangsa, dan pulang membawa kenangan serta meninggalkan manfaat,” pesannya.
Fata juga menyampaikan terima kasih kepada UIN Ar-Raniry yang telah mempercayakan Kabupaten Aceh Besar sebagai lokasi pelaksanaan KPM tahun 2026. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag., melalui Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa 516 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 33 gampong, terdiri atas 28 gampong di Kecamatan Lhoknga dan lima gampong di Kecamatan Leupung.
Ia berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi terbaik selama menjalankan pengabdian, sekaligus menjaga nama baik almamater dan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.
“Kehadiran kita harus memberikan solusi terhadap masalah, bukan membawa masalah baru. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga sikap, menghormati adat dan budaya setempat, serta berkolaborasi dengan masyarakat dalam melaksanakan program yang telah direncanakan,” ujar Khairuddin menyampaikan pesan Rektor.
Ia menjelaskan, KPM kali ini mengusung tema Membangun Gampong Berbasis Data, Memberdayakan Umat. Terdapat dua program utama yang menjadi perhatian mahasiswa, yakni memperkuat dan melengkapi data gampong sebagai bahan pendukung perencanaan pembangunan serta mendorong pembentukan Baitul Mal Gampong melalui penyusunan reusam gampong.
Menurutnya, penguatan data sangat dibutuhkan pemerintah gampong agar perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sementara pembentukan Baitul Mal Gampong diharapkan dapat membantu membenahi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat membantu pemerintah gampong dalam memperkuat data dan mempersiapkan penyusunan reusam gampong sebagai landasan pembentukan Baitul Mal Gampong. Dengan demikian, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat gampong dapat semakin baik dan memberikan manfaat lebih luas,” jelasnya.
Khairuddin juga meminta para camat, keuchik, dan perangkat gampong untuk memberikan pendampingan serta bimbingan kepada mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, menjaga etika, serta membangun kerja sama agar seluruh program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
“Jas almamater UIN Ar-Raniry yang dikenakan setiap hari menjadi identitas mahasiswa di tengah masyarakat. Karena itu, jagalah nama baik kampus dan tunjukkan perilaku yang mencerminkan mahasiswa terdidik,” pesannya.
Kegiatan serah terima tersebut turut dihadiri Camat Lhoknga dan Leupung, Ketua LP2M UIN Ar-Raniry, para dosen, keuchik dari kedua kecamatan, serta seluruh mahasiswa peserta KPM.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry tidak hanya terjalin melalui pelaksanaan KPM, tetapi juga berkembang dalam bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan potensi gampong.
Dengan demikian, kehadiran 516 mahasiswa tersebut diharapkan menjadi energi positif dalam mendorong kemajuan gampong serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lhoknga dan Leupung.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






