Gagal Pahami Blindspot Bisa Picu Potensi Kecelakaan di Jalan Raya

Kurangnya pemahaman pengendara terhadap blindspot atau titik buta kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Karena itu, pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya diimbau untuk mengenali dan menghindari area yang tidak dapat dijangkau oleh pandangan pengemudi. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Kurangnya pemahaman pengendara terhadap blindspot atau titik buta kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Karena itu, pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya diimbau untuk mengenali dan menghindari area yang tidak dapat dijangkau oleh pandangan pengemudi.

Blindspot secara sederhana merupakan area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat secara langsung oleh pengemudi melalui pandangan maupun spion. Setiap jenis kendaraan memiliki titik buta yang berbeda, dengan kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus umumnya memiliki area blindspot yang lebih luas.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Instruktur Safety Riding Capella Honda Aceh, Reza Novendri, mengatakan pemahaman mengenai titik buta menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara pada Minggu, 23 Agustus 2026.

“Sebagai pengendara sepeda motor yang memperhatikan keselamatan, penting untuk memahami bahwa blindspot pada kendaraan dapat membahayakan apabila kita berada di area yang tidak terlihat oleh pengemudi,” ujarnya.

Ia mencontohkan kendaraan seperti mobil bak tertutup yang memiliki area pandang terbatas, terutama di bagian belakang. Pengendara yang berada terlalu dekat pada posisi tersebut berpotensi tidak terlihat oleh pengemudi.

Risiko kecelakaan dapat terjadi ketika kendaraan melakukan manuver, termasuk berbelok, berpindah jalur, maupun mundur. Dalam kondisi tersebut, keberadaan pengendara lain di titik buta dapat meningkatkan potensi terjadinya tabrakan.

Untuk menghindari risiko tersebut, pengendara disarankan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, khususnya kendaraan besar. Pengendara sepeda motor juga perlu memastikan keberadaannya dapat diketahui oleh pengguna jalan lain.

Penggunaan lampu utama, klakson dalam kondisi yang diperlukan, serta lampu sein saat akan berbelok atau berpindah jalur menjadi bagian dari komunikasi penting antarpengendara di jalan raya.

Selain memahami titik buta kendaraan lain, pengendara sepeda motor juga perlu memperhatikan blindspot pada kendaraannya sendiri. Penggunaan spion standar pabrikan dinilai dapat membantu meminimalkan area yang tidak terjangkau pandangan.

Spion juga harus disetel sesuai kebutuhan agar bidang pandang ke belakang dan samping dapat dimaksimalkan. Pengendara diimbau untuk tidak sembarangan mengganti spion dengan ukuran yang lebih kecil karena berpotensi mempersempit pandangan.

Menjaga jarak aman, menggunakan spion dengan benar, serta mengaktifkan lampu sein sebelum melakukan manuver merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan meningkatkan kesadaran terhadap keberadaan blindspot, pengendara diharapkan lebih waspada terhadap posisi kendaraan lain dan tidak berada terlalu lama di area yang sulit terlihat oleh pengemudi.

Keselamatan berkendara membutuhkan perhatian dan komunikasi antarpengguna jalan. Karena itu, memahami dan menghindari titik buta menjadi salah satu bagian penting dalam menerapkan prinsip #Cari_Aman saat berkendara.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait