Informasi ini mencuat setelah foto-foto para kepala desa sedang menikmati keindahan pantai Sabang sambil mengenakan pelampung dan bersantai di resor viral di media sosial. Warga pun bertanya-tanya: benarkah dana desa digunakan untuk “liburan mewah” berkedok pelatihan?
Widget Artikel Samping
“Katanya belajar peningkatan kapasitas, tapi yang diposting justru aktivitas snorkeling, berenang, dan jalan-jalan ke spot wisata. Ini sudah di luar nalar!” ungkap Edi Saputra alias Aki Lhee warga Cot Girek yang mengaku kecewa.
Kegiatan yang didanai dari alokasi dana desa itu kabarnya menelan biaya belasan juta per desa. Total lebih dari sepuluh desa turut serta dalam kegiatan tersebut.
Edi Saputra mengecam keras tindakan itu. “Kalau benar uang desa dipakai hanya untuk berenang dan jalan-jalan, ini bentuk pemborosan dan penyalahgunaan wewenang. Aparat penegak hukum harus menyelidiki!”
Sampai berita ini disiarkan, Pihak media ini belum berhasil mendapatkan konfirmasi dengan para kepala desa dalam kecamatan cot Girek.
Masyarakat kini menunggu respons dari Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Utara, apakah kegiatan ini layak dibenarkan atau justru masuk kategori pemborosan anggaran.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News