Illiza Paparkan Transformasi Banda Aceh di Forum Internasional Bencana 2026

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, saat menjadi narasumber pada International Conference on Natural & Human Disasters 2026 di Hotel Hermes Palace, menyampaikan pengalaman transformasi Banda Aceh menjadi kota tangguh pascabencana.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Banda Aceh – Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal tampil sebagai narasumber dalam ajang bergengsi International Conference on Natural & Human Disasters 2026 yang berlangsung di Hotel Hermes Palace pada 17–19 April 2026.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk membahas strategi mitigasi, pemulihan, serta penguatan ketahanan terhadap bencana alam maupun non-alam.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Illiza mengangkat perjalanan panjang Kota Banda Aceh pasca bencana besar yang pernah melanda dua dekade silam. Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pemulihan sosial, ekonomi, hingga psikologis masyarakat.

“Dua dekade lalu, kami kehilangan begitu banyak. Namun bagi kami, itu bukan sekadar angka, melainkan keluarga dan bagian dari hidup kami,” ujar Illiza dengan penuh haru di hadapan peserta konferensi.

Menurutnya, keberhasilan Banda Aceh bangkit tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, lembaga internasional, organisasi kemanusiaan, hingga solidaritas masyarakat global. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun kembali kota dengan pendekatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Illiza juga menjelaskan bahwa Banda Aceh kini terus bertransformasi menjadi kota yang adaptif terhadap risiko bencana. Hal ini diwujudkan melalui penguatan sistem mitigasi, peningkatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan, serta integrasi kebijakan pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini, pemanfaatan teknologi dalam sistem peringatan dini, serta sinergi lintas sektor sebagai kunci utama menghadapi tantangan di masa depan.

“Dengan dukungan dan kepedulian dunia, Banda Aceh terus bangkit menjadi kota yang kuat, berdaya, dan penuh harapan,” tambahnya.

Konferensi ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, praktisi kebencanaan, serta sejumlah pejabat dari berbagai instansi. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa isu kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas batas.

Partisipasi Banda Aceh dalam forum internasional ini sekaligus menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices) dalam penanganan bencana, sekaligus memperkuat posisi kota tersebut sebagai salah satu rujukan global dalam hal pemulihan pascabencana.

Dengan pengalaman yang dimiliki, Banda Aceh diharapkan terus menjadi inspirasi bagi daerah lain, baik di Indonesia maupun dunia, dalam membangun ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait