Kisah Inspiratif Perawat Alumni USK Sampai ke Jerman

Ini Kisah Inspiratif Perawat Alumni USK Sampai ke Jerman
Berawal dari informasi berharga yang dibagikan oleh rekan sejawatnya. foto/ist
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Kesempatan berkarier di kancah internasional kini bukan lagi sekadar angan bagi tenaga kesehatan Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan global, asa tersebut kini terwujud nyata bagi Tria Fitri Deswinda Wati. Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) ini resmi bertolak ke Jerman pada 2 Agustus 2026 untuk memulai babak baru pengabdian profesionalnya sebagai perawat di Universitätsklinikum Heidelberg, salah satu rumah sakit universitas terkemuka di Jerman.

Perjalanan Tria menuju ranah internasional tidak ditempuh dalam semalam. Berawal dari informasi berharga yang dibagikan oleh rekan sejawatnya, ia memberanikan diri mendaftarkan diri dalam Program Government to Government (G to G) Jerman, program kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Jerman.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Langkah awal melalui sistem SISKOP2MI menuntut ketelitian tingkat tinggi dalam melengkapi dokumen administrasi. Tantangan sempat menghadang ketika pada kesempatan pertama ia dinyatakan belum lulus seleksi akibat kendala dokumen. Namun, ketekunan dan semangat pantang menyerah membimbingnya untuk bangkit kembali pada batch berikutnya dengan perbaikan menyeluruh hingga akhirnya dinyatakan lolos.

Ujian berikutnya menuntut kesiapan mental yang matang. Setelah melewati tahap wawancara pendahuluan, Tria harus mendedikasikan waktu lebih dari setahun untuk menguasai bahasa Jerman hingga mencapai level B1. Puncak perjuangannya diuji saat menghadapi interview langsung dengan calon pemberi kerja yang sepenuhnya menggunakan bahasa Jerman sebagai bentuk evaluasi akhir.

“Salah satu pertanyaan yang paling saya ingat saat itu berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme sebagai seorang perawat yang akan bekerja di Jerman,” kenang Tria.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian seleksi ini tidak hanya menguji kelengkapan dokumen semata, melainkan juga menuntut adaptasi budaya dan kompetensi klinis yang solid.

“Proses seleksinya menguji bagaimana kesiapan kita beradaptasi dengan sistem pelayanan kesehatan di sana, tidak hanya sekadar bisa berbahasa asing,” ujarnya.

Keberhasilan Tria melewati seluruh tahapan seleksi ketat ini disambut hangat oleh pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., menyampaikan rasa bangga atas prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh sang alumni di kancah global.

“Kami mengucapkan selamat kepada Tria Fitri Deswinda Wati atas keberhasilannya bergabung dalam Program G to G Jerman. Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang luar biasa. Kami berharap Tria dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, menjaga nama baik Indonesia dan almamater, serta memberikan pelayanan keperawatan yang profesional sesuai standar internasional,” ujar Prof. Tahlil.

Lebih lanjut, dekan berharap kisah inspiratif ini mampu memantik motivasi bagi mahasiswa dan alumni FKep USK lainnya untuk terus mengasah kemampuan klinis serta penguasaan bahasa asing guna menatap peluang karier global yang semakin terbuka luas.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait